Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dulu Dikeramatkan, Sekarang Jadi Tempat Nongkrong Hits Transformasi Tempat Ikonik di Tulungagung

Yoga Dany Damara • Sabtu, 31 Mei 2025 | 18:00 WIB

 

Taman Aloon-aloon Tulungagung bakal dipercantik pada tahun depan.
Taman Aloon-aloon Tulungagung bakal dipercantik pada tahun depan.

TULUNGAGUNG- Tulungagung punya banyak tempat ikonik yang dulunya penuh cerita lokal dan kini berubah jadi destinasi hits yang digemari berbagai kalangan.

Dari Aloon-Aloon Tulungagung, Gunung Budheg, semua mengalami transformasi menarik yang mencerminkan kreativitas masyarakat dalam menghidupkan kembali ruang-ruang lama.

Meski dulunya identik dengan kesan sakral atau keramat, kini tempat-tempat tersebut justru jadi lokasi favorit di Tulungagung untuk nongkrong, berfoto, hingga mencari ketenangan dengan cara yang lebih kekinian.

  1. Taman Aloon-Aloon Tulungagung Dulu Sepi, Sekarang Ramai Spot Foto

Beberapa dekade lalu, Aloon-Aloon Tulungagung dikenal sebagai kawasan yang cukup “sunyi” di malam hari. Konon, banyak warga enggan melintasi taman ini sendirian selepas magrib karena cerita-cerita mistis yang beredar turun-temurun.

Namun sekarang? Wajah Aloon-Aloon berubah total! Area yang dulu dianggap "angker" kini menjadi taman kota yang estetik, penuh lampu hias, kursi taman, dan area bermain anak.

Banyak kafe kekinian bermunculan di sekitarnya, bahkan beberapa sudut taman jadi spot foto Instagramable. Suasana malam pun kini justru semakin hidupada live music, komunitas berkumpul, dan pedagang kaki lima yang berjajar ramai.

  1. Gunung Budeg Dari Tempat Bertapa ke Tempat Healing

Gunung Budeg di daerah Campurdarat dulu dikenal sebagai tempat bertapa atau tempat bersemayamnya "penunggu". Banyak orang menganggapnya keramat, bahkan mendaki gunung ini tanpa niat atau tujuan yang jelas dianggap bisa “mengundang bahaya”.

Kini, Gunung Budeg menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Tulungagung. Banyak anak muda mendaki untuk menikmati sunrise, berkemah di puncak, atau sekadar menikmati suasana hening untuk healing.

Tak jarang juga dijadikan lokasi pre-wedding dengan latar alam yang memesona. Aura mistis masih terasa, tapi kini lebih dilihat sebagai bagian dari kekayaan cerita lokal, bukan sebagai sesuatu yang harus dihindari. 

 Baca Juga: Ratusan Merpati di Aloon-Aloon Tulungagung Pikat Pengunjung

  1. Kafe di Bekas Rumah Tua

Ada beberapa rumah kuno di Tulungagung yang dulu dikenal angker—lengkap dengan cerita pintu yang tertutup sendiri, suara-suara aneh, atau penampakan misterius. Tapi kini, rumah-rumah tua itu justru dipugar dan disulap jadi kafe atau tempat makan bertema vintage yang digemari anak muda.

Salah satunya, sebuah rumah kolonial tua di kawasan Beji yang kini jadi cafe hits dengan konsep “rumah zaman dulu”. Interiornya mempertahankan unsur-unsur klasik, tapi dikemas dengan sentuhan modern. Lucunya, pengunjung malah suka memotret di spot-spot yang dulu dianggap “seram”.

 Baca Juga: Surga Tersembunyi Pemandian Alami dan Sungai Jernih di Tulungagung yang Jarang Diketahui

  1. Sendang Kalimah Towo: Dari Tempat Sakral ke Wisata Edukasi

Sendang Kalimah Towo dulu dianggap sebagai tempat sakral untuk ritual mandi atau semedi. Banyak orang datang dengan niat khusus, misalnya mencari ketenangan batin atau "mencuci aura". Warga sekitar pun menjaga kesakralannya dengan ketat.

Sekarang, sendang ini tetap dijaga, tapi juga mulai dibuka sebagai lokasi wisata edukasi. Ada papan informasi tentang sejarah sendang, mitos-mitos yang menyertainya, dan bahkan area yang bisa digunakan untuk bersantai atau meditasi ringan. Perpaduan antara pelestarian nilai sakral dan penyuluhan budaya ini justru menambah daya tarik tersendiri.

  1. Kuburan Belanda Jadi Area Taman Kota

Salah satu kisah unik lainnya adalah perubahan sebuah area bekas pemakaman Belanda yang dulunya dikenal seram, sekarang berubah menjadi taman hijau yang nyaman.

Beberapa nisan tua masih dipertahankan sebagai bagian dari sejarah, tapi dikelilingi taman bunga, jalur jogging, dan tempat duduk santai.

Alih fungsi ini tentu dilakukan dengan penuh penghormatan pada sejarah, dan menjadi bukti bahwa ruang publik bisa tetap fungsional tanpa menghilangkan unsur nilai masa lalu.

 Baca Juga: Pantai Tulungagung vs Pantai di Bali Mana yang Lebih Worth It?

Transformasi tempat-tempat “keramat” di Tulungagung menjadi lokasi nongkrong kekinian adalah contoh bahwa kota ini tumbuh tanpa melupakan sejarahnya.

Masyarakat semakin terbuka untuk mengemas cerita-cerita lama menjadi daya tarik, bukan ketakutan. Nilai budaya tetap dijaga, tapi dibalut dengan kreativitas dan sentuhan kekinian.

Jadi, kalau kamu sedang jalan-jalan ke Tulungagung, jangan ragu mampir ke tempat-tempat yang dulu katanya “angker”. Siapa tahu, selain dapat spot foto kece, kamu juga bisa menyelami cerita-cerita masa lalu yang menarik dan membuat pengalamanmu makin berkesan.

Kalau kamu tahu tempat lain di Tulungagung yang dulunya dikeramatkan tapi kini hits, share yuk! Siapa tahu bisa jadi destinasi selanjutnya buat kita eksplor bareng. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #keramat #sakral #hits #nongkrong #kafe