TULUNGAGUNG – Pengerjaan jalur lintas selatan (JLS) di wilayah Tulungagung hampir masuk tahap final. Dalam prosesnya, petugas mengaku terkendala cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Pansela 1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jatim-Bali Kementerian Pekerjaan Umum, I Made Budiana mengatakan, sampai akhir bulan lalu, progres JLS lot IA mencapai 77 persen.
“Yang 1B sudah hampir 86 persen,” akunya.
Baca Juga: Pengajuan Bantuan RTLH di Tulungagung Minim, Tahun Ini Hanya Tangani 50 Unit
Dalam proses pengerjaan, petugas terkendala kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Meski begitu, pihak PPK mentarget proses pengerjaan di tahap pengaspalan bisa digelar setidaknya pada Juni-Juli mendatang.
“Karena dari segmen yang ada, yang belum tuntas galiannya kurang lebih rata-rata hampir 300-400 meter, dengan kedalaman rata-rata 5 meter,” sebutnya.
Akibat cuaca ekstrim, petugas terpaksa menghentikan proses pengerjaan untuk sementara waktu demi alasan keselamatan pekerja.
Baca Juga: Fakta-Fakta di Balik PSG Juara Liga Champions usai Permalukan Inter Milan 5-0 di Final
Disinggung soal bentang JLS lot 1A yang siap diaspal, Budiana menerangkan bahwa ruas dengan panjang sekitar 1,5 kilometer (km) masuk dalam tahap pengaspalan.
Sayangnya, proses ini harus ditunda sementara waktu karena petugas lapangan kesulitan mengaksek jalur alternatif untuk mencapai lokasi.
Satu-satunya akses yang tersedia hanya melalui wilayah sekitar Pantai Popoh.
“Tapi insya Allah kalau kita lewat depan sih waktu masih bisa tercukupi untuk mengejar sesuai dengan waktu kontrak. Sementara satu-satunya akses untuk 1A lewat Popoh,” ujarnya.
Baca Juga: Kandungan Emas di Tulungagung Pernah Diteliti PT Antam, Ahli Geologi Ungkap Hasilnya dan Beri Pemaparan secara Ilmiah
Lalu, petugas juga masih perlu memastikan apakah proses pengaspalan di lot 1B bisa dilakukan dengan cara melalui akses di wilayah Pucanglaban.
“Toh karena musim hujan ndak berani ngaspal kita juga kita. Semoga aja kalau memang nggak musim hujan kita bisa mengatasi alternatifnya,” jelasnya.
“Kurang lebih volume aspal untuk yang 1B yang kurang itu sekitar 2.500 ton yang belum selesai. Kalau di 1A memang masih banyak. Cuman dia terkendala memang aksesnya, karena cuaca ekstrem ini,” tegasnya. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra