Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Keluhan Petani Tulungagung: Pupuk Subsidi sangat Dibutuhkan saat Musim Tanam Padi, Jangan Ada Pembatasan hingga Keterlambatan

Rinto Wahyu Hidayat • Minggu, 1 Juni 2025 | 22:37 WIB
Petani Dusun/Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, saat ini memasuki masa tanam. Namun masih ada keluhan terkait keterbatasan pupuk subsidi.
Petani Dusun/Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, saat ini memasuki masa tanam. Namun masih ada keluhan terkait keterbatasan pupuk subsidi.

TULUNGAGUNG-Di tengah masa tanam, para petani di Tulungagung kembali menghadapi tantangan klasik, distribusi pupuk subsidi yang tidak merata dan sering terlambat.

Suwarni, seorang petani Dusun/Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu mengungkapkan, keluh kesahnya soal keterbatasan pupuk subsidi di Tulungagung yang sangat dibutuhkan saat musim tanam padi.

Menurut dia, kuota pupuk subsidi di Tulungagung belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan lahan yang dikelola oleh kelompok tani setempat.

Satu petani biasanya hanya menerima sekitar 60-70 kilogram (kg) pupuk, padahal untuk kondisi sawah yang kerap terdampak banjir, dibutuhkan hingga 100 kg per musim tanam agar hasil panen tetap optimal.

Dia menyoroti lambatnya pendistribusian pupuk di Tulungagung. Sebab penyaluran pupuk kerap tidak tepat waktu, sehingga petani terpaksa membeli pupuk non-subsidi yang harganya jauh lebih mahal.

"Kalau telat, kami harus cari alternatif lain, tapi harganya tentu tidak bisa dijangkau semua petani," ujar pria tersebut. 

Masalah data dan pendataan lahan pun menjadi isu yang tak kalah penting di Tulungagung.

Dia menjelaskan bahwa ketidaksesuaian data KTP, KK, dan luas lahan kerap menghambat proses pengajuan pupuk subsidi. Hal ini menunjukkan perlunya reformasi sistem pendataan agar distribusi bantuan benar-benar tepat sasaran.

Tak hanya soal pupuk, para petani Tulungagung juga dihadapkan pada serangan diserang hama xanthomonas alias "hama kresek" yang menyerang tanaman padi saat menjelang masa panen.

Hama xanthomonas, yang digambarkan sebagai hama mirip kresek berwarna hitam, sangat merusak tanaman.

Sayangnya, bantuan pestisida dari Pemkab Tulungagung belum juga tersedia secara merata.

Petani berharap agar Pemkab Tulungagung lebih tanggap dengan situasi di lapangan. Bantuan pupuk cair, pestisida, serta pendampingan dari penyuluh lapangan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

"Kalau bisa, seminggu dua kali ada pemantauan dari PPL atau mahasiswa PBL," usul Suwarni, menyambut baik upaya pemantauan dari pihak luar.

Kelompok tani di Dusun Moyoketen sendiri dinilai aktif, meski masih butuh penguatan kapasitas dan sosialisasi berkelanjutan dari Dinas Pertanian Tulungagung.

Dalam menghadapi tantangan iklim, data, dan akses pupuk, sinergi antara petani dan pemerintah menjadi kunci utama agar pertanian di Tulungagung tetap berdaya saing dan menyejahterakan.(rin)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #Pemkab Tulungagung #padi #musim tanam #pupuk subsidi #petani