TULUNGAGUNG- Di balik kesuksesan Agus Prasetyo, warga Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, yang sapinya dibeli Presiden Prabowo, saat Idul Adha ini ada sisi sedih.
Pemilik Juragan Lembu Farm ini merasakan pukul berat ketika penyakit mulut dan kuku (PMK) merebak di Tulungagung.
Nahas sapinya yang mayoritas di kandang Tulungagung ini ikut terserang. “Ya waktu itu tetap ada rasa khawatir,” ungkap pria 37 tahun ini.
Usaha tetap dilaksanakan agar sapi-sapi miliknya ini tetap sehat dan tidak lumpuh.
Yakni memberikan suntikan vitamin sehari tiga kali, agar kekebalan tubuh.
Hasilnya memang saat itu tidak sampai ada kematian, namun tingkat nafsu makan sapi berkurang sehingga badan sapi jadi kurus.
“Dari berat 800 kilo hingga 1 ton terkadang karena PMK ini bisa susut dratis. Sehingga terpaksa dijual dan rugi, Rugi sekitar Rp 500 juta,” tandasnya.
Dia tidak memikirkan berbagai persoalan itu dan tetap tegak lurus melakukan pemeliharaan terbaik untuk sapi-sapinya hingga kini.
Mulai vitamin, konsentrat, pemenuhan makanan, dan lain-lain. “Alhamdulillah sehat dan berbobot semua,” pungkasnya.
Namun seiring sapi-sapi miliknya Kembali pulihj dan bisa berkembang baik sehingga mencapai ratusan ekor hingga kini.
Dia mengaku, dengan jumlah ratusan sapi tidak kewalahan dalam melakukan perawatan. Sebab utnuk pakan ada suplier dan anak buah kandang (ABK) yang membantu.
Diberitakan sebelumnya sapi dari Tulungagung untuk Idul Adha darti Presiden Prabowo bobot mencapai 1 ton 50 kilogram.
Nego untuk harga semula menawarkan sekitar Rp 105 juta. Sebab sudah pernah ditawar warga Jombang sebelum dinas terkait datang.
Dengan kerelaan, Agus akhirnya memilih sapi limosin ini diberi harga Rp 99,5 juta plus potong pajak serta biaya pengiriman. (*/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah