TULUNGAGUNG-Hewan unik di Tulungagung membuktikan bahwa kabupaten ini tak hanya kaya budaya dan alam, tapi juga menyimpan potensi fauna luar biasa.
Dengan menjaga kelestarian satwa-satwa ini, kita ikut menjaga ekosistem dan warisan alam untuk generasi mendatang di Tulungagung.
Berikut daftar hewan endemik di Tulungagung.
- Kadal Hutan Sendang (kemungkinan jenis Bronchocela sp.)
Ditemukan di wilayah perbukitan dan hutan lembap Sendang, kadal ini memiliki warna kehijauan terang dan hidup di semak-semak tinggi. Meski belum resmi tercatat sebagai spesies baru, kadal ini jarang ditemukan di tempat lain.
Ciri khas: warna cerah, sangat cepat, aktif di siang hari.
- Burung Cekakak Sungai (Halcyon sp.)
Jenis cekakak (kingfisher) dengan warna biru kehijauan yang hidup di sekitar sungai besar dan area persawahan. Spesies lokal ini sering terlihat di tepian Sungai Ngrowo saat pagi hari.
Ciri khas: paruh besar merah-oranye, suara nyaring, berburu ikan kecil.
- Labi-labi Sungai Tulungagung (Amyda cartilaginea)
Hewan air tawar mirip kura-kura, tetapi dengan tempurung lunak. Populasinya tercatat stabil di Sungai Brantas dan waduk Wonorejo, meski tergolong rentan secara konservasi.
Ciri khas: tempurung lembut, moncong panjang, hidup di dasar sungai berlumpur.
- Kelelawar Goa Campurdarat
Di wilayah karst Campurdarat terdapat goa-goa alami yang menjadi tempat tinggal spesies kelelawar kecil pemakan serangga. Diduga terdapat jenis unik berdasarkan ukuran tubuh dan pola tidur siang.
Ciri khas: tidur berkoloni besar, sangat sensitif cahaya, aktif di malam hari.
- Ikan Wader Tulungagung (Puntius sp.)
Ikan kecil air tawar ini banyak ditemukan di sungai-sungai dan irigasi desa. Ikan wader lokal memiliki warna lebih cerah dan sering dijadikan lauk tradisional oleh warga.
Ciri khas: ukuran kecil, bergerombol, sering dijadikan ikan goreng atau botok.
- Kepiting Bakau Selatan Tulungagung
Ditemukan di wilayah muara dan pesisir Pantai Popoh dan Sidem. Kepiting ini penting untuk ekosistem mangrove dan dijaga oleh beberapa kelompok nelayan lokal.
Ciri khas: hidup di akar bakau, agresif, daging tebal. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah