TULUNGAGUNG- Tulungagung, kabupaten di selatan Jawa Timur, tidak hanya dikenal karena hasil marmernya atau wisata pantainya.
Tulungagung juga dikenal karena kekayaan flora lokal yang tumbuh subur di berbagai ekosistemnya, dari dataran rendah, kawasan hutan jati, hingga lereng Pegunungan Wilis.
Berbagai tumbuhan khas Tulungagung, termasuk tanaman endemik, tanaman obat tradisional, hingga pohon langka yang menjadi bagian dari identitas ekologis wilayah ini.
1. Pohon Jati Tulungagung (Tectona grandis)
Jati adalah tumbuhan ikonik di Tulungagung, terutama di wilayah utara seperti Campurdarat, Kalidawir, dan Besuki. Banyak hutan rakyat dan perhutani yang menanam jati untuk bahan bangunan dan furnitur.
Ciri khas: Daun besar, kayu keras, tahan rayap.
Manfaat: Bahan konstruksi, mebel, dan daunnya kadang dipakai untuk membungkus makanan tradisional.
2. Pohon Gondang (Ficus variegata)
Banyak tumbuh di pinggiran sungai besar seperti Ngrowo dan Brantas. Gondang adalah jenis beringin lokal yang menjadi tempat berteduh dan sumber pakan satwa liar.
Ciri khas: Akar menggantung, buah kecil untuk burung dan kelelawar.
Manfaat: Pohon pelindung dan simbol budaya di beberapa desa.
3. Tanaman Ganyong (Canna edulis)
Tumbuhan umbi-umbian ini banyak ditanam di ladang dan pekarangan di daerah pegunungan dan desa. Ganyong dahulu digunakan sebagai pengganti nasi saat masa paceklik.
Ciri khas: Daun lebar seperti pisang, bunga merah-oranye.
Manfaat: Umbi sebagai sumber karbohidrat alternatif, ramah pencernaan.
4. Bunga Kenikir (Cosmos caudatus)
Selain ditanam sebagai tanaman hias, kenikir juga dikenal sebagai lalapan tradisional yang populer di desa-desa Tulungagung.
Ciri khas: Bunga kuning atau oranye, daun beraroma khas.
Manfaat: Antiseptik alami, meningkatkan nafsu makan, dan memperlancar pencernaan.
5. Pohon Dlingo (Acacia villosa)
Dlingo banyak ditemukan di daerah perbukitan dan lahan kering di daerah selatan. Meskipun kurang dikenal luas, dlingo termasuk tanaman keras tahan kekeringan.
Ciri khas: Ranting berduri, daun kecil majemuk.
Manfaat: Pencegah erosi, kayu bakar, dan pagar hidup.
6. Temulawak dan Kunyit (Curcuma spp.)
Tanaman rimpang ini banyak ditanam di kebun warga desa sebagai tanaman obat keluarga (TOGA). Banyak digunakan untuk jamu tradisional.
Ciri khas: Rimpang kuning/oranye, daun memanjang.
Manfaat: Meningkatkan daya tahan tubuh, antiperadangan, dan penguat fungsi hati.
7. Pohon Randu Alas (Ceiba pentandra)
Sering dijumpai di pinggir sawah dan kebun. Randu alas menghasilkan kapas alami dan sering ditanam secara liar.
Ciri khas: Tinggi menjulang, buah berisi serat seperti kapas.
Manfaat: Kapas untuk bantal dan kasur tradisional, batang untuk kayu ringan.(*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah