TULUNGAGUNG- Tulungagung, kabupaten di selatan Jawa Timur, dikenal akan potensi alamnya yang kaya.
Namun di balik hamparan hutan jati dan sawah-sawahnya, tersimpan kekayaan hayati yang mulai langka dan nyaris terlupakan: tanaman langka di Tulungagung.
Keberadaan flora unik di Tulungagung ini menunjukkan pentingnya pelestarian alam di tengah arus pembangunan dan perubahan iklim.
Tanaman langka bukan sekadar tumbuhan yang sulit ditemukan. Mereka seringkal, Mempunyai nilai obat atau kuliner tradisional
Selain itu, mengandung potensi genetika penting untuk pertanian, menjadi bagian dari identitas ekologis lokal, berperan penting dalam keseimbangan ekosistem.
Daftar Tanaman Langka di Tulungagung
1. Pohon Damar Wangi (Agathis dammara)
Ditemukan secara alami di kawasan hutan pegunungan seperti lereng Wilis dan Nglurup. Kini jumlahnya sangat sedikit karena alih fungsi lahan dan pembalakan liar.
Manfaat: Produksi getah damar, kayu keras bernilai tinggi.
Status: Terancam punah secara lokal.
2. Tumbuhan Kantil Hutan (Michelia champaca)
Tumbuhan berbunga harum ini dulu banyak dijumpai di pekarangan dan hutan desa, namun kini sangat jarang ditemukan di alam liar.
Manfaat: Bunga untuk tradisi Jawa, pengobatan herbal.
Penyebab kelangkaan: Berkurangnya pepohonan tua.
3. Anggrek Larat Tulungagung (jenis Dendrobium)
Tumbuh liar di batu-batu lembap dan pohon besar di kawasan perbukitan Sendang dan Pagerwojo. Anggrek ini sulit berkembang di luar habitat aslinya.
Ciri khas: Kelopak bunga mungil ungu-putih, mekar musiman.
Ancaman: Pengambilan liar untuk koleksi pribadi.
4. Paku Tiang atau Paku Pohon (Cyathea sp.)
Tumbuhan pakis raksasa yang hanya hidup di hutan basah seperti sekitar Curug Kedung Tumpang atau lereng Gunung Budheg.
Manfaat: Penyeimbang kelembapan, pelindung mikrohabitat serangga
Ancaman: Penggundulan hutan dan perubahan iklim mikro.
5. Cendana Jawa (Santalum album)
Meski lebih dikenal di Nusa Tenggara, cendana lokal pernah tumbuh di wilayah Kalidawir dan Ngunut. Kini tersisa sangat sedikit karena eksploitasi berlebihan di masa lalu.
Manfaat: Kayu wangi bernilai tinggi, bahan dupa dan parfum
Status: Hampir punah secara lokal.
6. Tanaman Antanan Hutan (Centella asiatica var. liar)
Jenis pegagan liar ini dulunya tumbuh subur di pinggir sungai atau sawah terasering, tapi kini tergeser oleh herbisida dan perubahan pola tanam.
Manfaat: Obat penambah daya ingat, luka luar, dan antiinflamasi
Status: Rentan di habitat asli.
Lokasi Potensial Tanaman Langka di Tulungagung
Beberapa kawasan yang masih menyimpan sisa populasi tanaman langka:
Lereng Pegunungan Wilis (wilayah Sendang dan Nglurup).
Hutan dan mata air sekitar Pagerwojo dan Campurdarat.
Kawasan hutan jati yang belum tergarap intensif.
Lembah Sungai Brantas dan bantaran Kali Ngrowo. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah