TULUNGAGUNG – Puluhan jamaah haji cadangan asal Tulungagung dipastikan mengalami tunda berangkat. Tahun depan, mereka akan masuk urutan pertama dalam daftar jamaah reguler.
Total ada sebanyak 58 jamaah haji cadangan haji asal Bumi Ngrowo yang mengalami penundaan keberangkatan di tahun ini.
Dari jumlah itu, tidak semua jamaah calon haji (JCH) mengalami penundaan berangkat akibat kuota reguler yang penuh.
Baca Juga: Khawatir Rusak Lingkungan, DPRD Tulungagung Minta Tambang Emas Desa Keboireng Ditertibkan
Sebab, ada juga JCH cadangan yang sudah mendapat visa haji namun memilih untuk tidak terbang ke tanah suci dengan berbagai alasan dan pertimbangan.
“Ada 43 orang itu kita tunggu sampai menjelang akhir itu visanya tidak muncul-muncul. Hanya keluar satu orang, keluar satu orang. Setelah kita komunikasikan dengan jamaahnya, beliau-beliau jamaah tidak siap untuk berangkat sehingga menyatakan tunda berangkat untuk tahun depan,” kata Plh Kasi PHU Kemenag Tulungagung, Akhmad Mukhsin.
Lalu, ada juga empat orang JCH cadangan yang memutusakan untuk tunda berangkat hingga tahun depan. Dan ditambah dengan 11 JCH cadangan lain yang juga mengambil keputusan serupa, sehingga jumlahnya menjadi total 58 orang.
“Berarti kalau kita total ini ada 43 orang. Kemudian yang empat orang itu akhirnya kan ndak berangkat. Iya. Itu sudah masuk reguler tahun depan,” jelasnya.
Baca Juga: Terlibat Kecelakaan, Anggota DPRD Tulungagung Nyungsep ke Sungai, Begini Kronologinya
Dari jumlah itu, dia memastikan bahwa JCH cadangan sudah melunasi seluruh biaya pemberangkatan haji.
“43 ini sudah Insya Allah sudah oke artinya sudah lunas dalam pembayaran,” sebutnya.
Mukhsin menambahkan, sesuai aturan yang berlaku, JCH cadangan yang melunasi biaya pemberangkatan haji berhak mauk dalam daftar JCH reguler di tahun depan.
“Iya otomatis menjadi jamaah reguler dan awal yang cadangan (saat) ini. Menurut regulasi-aturan seperti itu. Jadi jamaah cadangan yang sudah lunas itu otomatis nanti masuk pada jamaah berikutnya tahun 2026,” katanya. (dit)