TULUNGAGUNG - Penanganan kontruksi Jembatan Jurang Angklung hampir mencapai separo. Dinas PUPR mentarget perbaikan jembatan yang berlokasi di Desa Sukorejo Kulon, Kecamatan Kalidawir, ini rampung di bulan ini.
Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Dwi Hary Subagyo menerangkan, Jembatan Jurang Angklung mengalami patas sayap akibat terkikis luapan air sungai.
"Karena terjadi longsoran di sisi utara. Ini sudah ditangani dan ini Alhamdulillah kita dapat CSR dari pihak istilahnya penyedia JLS," sebutnya.
Baca Juga: 58 JCH Cadangan asal Tulungagung Tunda Keberangkatan, Tahun Depan Masuk Daftar Jamaah Reguler
Sedianya, Pemkab Tulungagung menganggarkan dana pembangunan melalui APBD. Tapi, opsi ini urung dipilih, mengingat pencairan dari APBD yang terbatas tidak bisa dilakukan dalam dekat.
"Tiga penyedia itu CSR ke Kabupaten Tulungagung. Jadi kita tidak jadi menganggarkan di APBD. (Proses perbaikan) itu bisa cepat karena CSR dari pihak penyedia dari JLS," imbuhnya.
Dalam proses perencanaan, kebutuhan anggaran perbaikan Jembatan Jurang Angklung mencapai angka sekitar Rp 200 juta. Adapun proges pengerjaan hingga awal bulan ini mencapai sekitar 40 persen.
Hary menambahkan, seluruh tahapan dan progres pengerjaan ditarget rampung di pekan ketiga bulan ini. Proses pengerjaan memang harus dikebut, mengingat jembatan ini juga jadi salah satu akses kendaraan pengangkut material pembangunan JLS.
"Ya tiga minggu lagi, bulan ini selesai. Karena ya sama-sama punya kepentingan. Karena JLS ngangkut material lewat situ," ujar Hary.
Baca Juga: Khawatir Rusak Lingkungan, DPRD Tulungagung Minta Tambang Emas Desa Keboireng Ditertibkan
Harapannya kebijakan ini bakal menunjangpercepatan pembangunan JLS. Menurut Hary, sesuai kontrak, JLS lot 1A dan lot 1B wajib diselesaikan di periode Agustus-September. Sehingga, baik pemkab dan pihak pelaksanaa JLS sepakat mempercepat perbaikan Jembatan Jurang Angklung.
Di sisi lain, proses pembangunan Jembatan Junjung di wilayah Kecamatan Sumbergempol bakal
memakan waktu lebih lama.
Musababnya, tingkat kerusakan Jembatan Junjung terbilang cukup parah, termasuk di bagian badan jembatan.
"Karena itu konstruksinya membutuhkan waktu delapan bulan kira-kira. Jadi ini waktunya nggak nutut. Tapi DED-nya (dan) perencanaannya kita anggarkan di tahun 2025 ini. Dan insya Allah pasti kita anggarkan di tahun 2026," pungkasnya. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra