TULUNGAGUNG- Tulungagung bukan hanya dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, tapi juga dengan ragam transportasinya yang unik dan kadang bikin geleng-geleng kepala.
Di Tulungagung, dari kendaraan tradisional yang melegenda, sampai moda modern yang serba digital, kota ini punya cerita seru di balik setiap rodanya.
Siapa sih yang nggak kenal becak? Di Tulungagung, becak bukan cuma alat transportasi, tapi juga saksi bisu perjalanan hidup banyak orang.
Dulu, becak adalah pilihan utama warga untuk ke pasar, ke sekolah, atau bahkan ngapel ke rumah pacar.
Meski sekarang mulai tergeser, keberadaan becak tetap ikonik. Tak jarang kita masih melihat para abang becak dengan topi lebar dan semangat pantang menyerah, mengayuh pelan sambil bercengkerama dengan penumpangnya.
Kadang, cerita-cerita kocak pun muncul. Seorang ibu pernah mengeluh karena becaknya muter-muter nggak sampai-sampai, eh ternyata sang abang becak sedang menunggu jam sinetron kesayangannya selesai diputar lewat warung langganan!
Delman: Romantisnya Masa Lalu yang Masih Bertahan
Meskipun kini jarang terlihat, delman di Tulungagung tetap menjadi daya tarik tersendiri. Suara ‘klotek-klotek’ tapak kuda di jalanan menambah nuansa klasik yang tak tergantikan. Biasanya muncul saat ada acara karnaval, pernikahan adat, atau hari-hari besar.
Banyak anak kecil yang excited naik delman untuk pertama kalinya, meski terkadang ada juga yang menangis gara-gara takut sama kudanya.
Lucunya lagi, ada cerita seorang bocah yang minta naik delman tapi nyangkanya itu mobil mini–dan langsung protes saat delmannya nggak bisa nyalain AC!
Angkutan kota alias angkot adalah pahlawan mobilitas massal di era sebelum ojek online merajalela. Rute-rutenya yang berkelok-kelok seperti petualangan membuat banyak warga merasa seperti sedang naik roller coaster lokal.
Penumpang angkot kadang dapat hiburan gratis dari sopir yang memutar lagu dangdut remix atau kadang malah karaokean sendiri. Bahkan pernah ada kejadian, seorang penumpang yang tertidur kelewat jauh sampai akhirnya bangun di terminal dan malah jadi kenalan akrab sama sopirnya!
Ojek Pangkalan: Tetap Setia di Sudut Jalan
Sebelum jempol jadi senjata untuk pesan ojek online, ojek pangkalan adalah penyelamat hidup, terutama saat buru-buru. Para tukang ojek ini punya ingatan rute yang luar biasa dan kadang jadi “peta hidup” bagi warga sekitar.
Uniknya, tukang ojek pangkalan juga kadang merangkap jadi konsultan masalah hidup. Nggak sedikit pelanggan yang curhat di belakang motor sambil dibonceng.
Ada kisah lucu, seorang penumpang yang mau curhat masalah pacar malah dikasih wejangan panjang lebar dan diantar muter keliling kota sampai hatinya adem.
Ojek Online: Si Modern yang Bikin Hidup Lebih Praktis
Sekarang, tinggal buka aplikasi, klik, dan boom! Ojek online datang. Di Tulungagung, layanan ini sudah menjamur dan jadi andalan banyak orang, terutama anak muda dan pekerja kantoran.
Namun bukan berarti tanpa cerita seru. Pernah ada driver yang datang terlalu cepat, saking semangatnya sampai penumpang masih pakai handuk! Atau driver yang nyasar karena terlalu percaya Google Maps dan malah ngajak penumpangnya ikut tanya-tanya ke warung sebelah.
Dari becak yang penuh kenangan, delman yang penuh nostalgia, sampai ojek online yang serba cepat transportasi di Tulungagung punya warna sendiri. Setiap moda punya kisah unik, lucu, dan kadang haru. Dan itulah yang membuat perjalanan di kota ini selalu terasa istimewa.
Jadi, kamu tim mana? Tim becak santai, angkot karaoke, atau ojek online praktis? Apa pun pilihannya, satu hal yang pasti: jalanan Tulungagung selalu punya cerita. (*)