Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Di Tulungagung, Kenapa Banyak Seniman Patung dan Marmer Hebat Lahir di Campurdarat?

Yoga Dany Damara • Kamis, 5 Juni 2025 | 19:30 WIB
ILUSTRASI : Tulungagung banyak kerajinan Marmer yang dapat dijadikan patok ekonomi masyarakat.
ILUSTRASI : Tulungagung banyak kerajinan Marmer yang dapat dijadikan patok ekonomi masyarakat.

TULUNGAGUNG - Di Campurdarat Tulungagung, mungkin yang langsung terlintas adalah patung-patung megah dan karya seni ukir berbahan marmer yang luar biasa indahnya.

Bukan tanpa alasan, Campurdarat Tulungagung memang dikenal sebagai salah satu pusat seni pahat marmer terbaik di Indonesia bahkan namanya sudah harum hingga ke mancanegara.

Tapi, kenapa ya begitu banyak seniman patung dan pengrajin marmer hebat yang lahir dari daerah selatan Tulungagung ini ?

Segalanya berawal dari anugerah alam. Campurdarat dan wilayah sekitarnya seperti Besole, Gamping, dan Sawo dianugerahi cadangan batu marmer alami yang sangat melimpah.

Jenis marmer dari daerah ini memiliki kualitas tinggi, beragam warna, dan tekstur yang cocok untuk seni ukir maupun kebutuhan arsitektur. Karena mudah diakses, bahan baku ini sudah sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat lokal. 

Dari generasi ke generasi, masyarakat Campurdarat tumbuh berdampingan dengan batu-batu ini. Sejak kecil, mereka sudah akrab dengan suara pahat, debu batu, dan seni bentuk. Mereka tidak hanya belajar secara teknis, tapi juga secara artistik mengembangkan insting estetika yang kuat.

 Baca Juga: Kecamatan Campurdarat di Tulungagung Jadi Pusat Industri Marmer, Kenali Lebih Detail dan Ternyata Ada Fakta Unik Lain

Di Campurdarat, seni ukir bukan sekadar profesi ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari seni pahat marmer, dan tak sedikit yang mewariskan keahlian ini turun-temurun.

Anak-anak belajar dari ayahnya, yang dulu belajar dari kakeknya, dan seterusnya. Proses belajar ini bukan hanya formal, tapi sangat personal dan penuh makna.

Menariknya, seni pahat di Campurdarat tidak terbatas pada satu gaya saja. Dari patung bernuansa klasik, relief bernilai estetika tinggi, hingga desain modern dan minimalis untuk interior, para seniman di sini selalu berinovasi mengikuti zaman tanpa meninggalkan akar budaya mereka.

Kualitas karya seniman Campurdarat bukan hanya diakui secara lokal. Banyak patung dan produk marmer dari sini diekspor ke luar negeri—mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Eropa.

Tak jarang para seniman Tulungagung diminta mengerjakan proyek-proyek prestisius, seperti monumen, patung taman, atau ornamen hotel berbintang.

Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Selain keahlian teknis, para seniman Campurdarat juga memiliki etos kerja tinggi dan kecintaan mendalam terhadap seni. Hal inilah yang membuat setiap karya terasa “hidup” dan penuh karakter.

Hingga kini, Campurdarat tetap menjadi pusat kerajinan marmer terbesar di Tulungagung. Banyak galeri seni, showroom, dan sentra UKM yang bisa dikunjungi oleh wisatawan maupun kolektor.

Bahkan, daerah ini juga menjadi tempat belajar bagi banyak pemuda dari luar daerah yang ingin menekuni seni pahat.

Pemerintah daerah dan komunitas lokal juga aktif mengadakan pelatihan, festival seni, dan promosi digital untuk terus mendorong perkembangan industri kreatif ini.

Campurdarat bukan hanya tempat di mana batu marmer dipahat menjadi patung. Ia adalah ruang hidup di mana keindahan, ketekunan, dan budaya melebur menjadi satu.

Tak heran jika daerah ini melahirkan banyak seniman luar biasa yang karyanya menembus batas negara.

Bagi siapa saja yang ingin melihat bagaimana seni, budaya, dan alam bisa berkolaborasi indah, Campurdarat adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

Siapa tahu, kamu juga bisa membawa pulang sepotong kisah dari marmer Tulungagung—bukan sekadar benda, tapi juga jiwa dari tanah seni yang legendaris ini. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Marmer #ukir #tulungagung #seniman #pengrajin