Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tambang Emas di Tulungagung Ditutup, Warga Luar Daerah Terus Datang dan Gunakan Merkuri, Kades: Warga Resah Terkait Keamanan

Rinto Wahyu Hidayat • Kamis, 5 Juni 2025 | 04:20 WIB
Praktik ilegal tambang emas di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung, sempat viral meskipun kini telah ditutup dengan alasan keamanan.
Praktik ilegal tambang emas di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung, sempat viral meskipun kini telah ditutup dengan alasan keamanan.

TULUNGAGUNG-Suasana Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, mendadak ramai dalam beberapa hari terakhir usai temuan emas.

Bukan karena hajatan atau acara desa, melainkan karena maraknya aktivitas pendulangan emas ilegal yang mengundang ratusan orang dari luar daerah Tulungagung.

Kepala Desa Keboireng, Supirin, angkat suara. mengakui bahwa sejak dua hari lalu, wilayahnya dibanjiri pendulang emas dari berbagai daerah luar Tulungagung.

Termasuk Pasuruan, Gresik, Jombang, hingga Banyuwangi. Aktivitas itu membuat warga setempat resah, terutama karena sebagian pencari emas mulai menggunakan bahan kimia berbahaya seperti air raksa (merkuri).

“Setiap malam ratusan orang datang dan menginap di desa kami. Warga mulai mengeluh soal keamanan. Apalagi setelah ada laporan penggunaan air raksa yang bisa membahayakan kesehatan,” ujar Supirin saat ditemui, Rabu (4/6/2024).

Supirin menuturkan, laporan awal disampaikan warga kepada ketua RT.

Setelah dilakukan musyawarah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan tokoh masyarakat, pemerintah desa akhirnya memutuskan untuk menutup total lokasi pendulangan emas.

“Kami tidak ingin ambil risiko. Selain berdampak pada kesehatan, aktivitas mereka juga merusak lingkungan, terutama di sekitar sumber mata air Canglimo, yang merupakan sumber utama air bersih untuk warga,” jelasnya.

Supirin menegaskan, penutupan ini merupakan keputusan warga desa, bukan tindakan sepihak aparat.

Pihaknya memang tidak langsung melibatkan kepolisian atau TNI, namun Babinsa dan Babinkamtibmas ikut mendampingi dalam proses sosialisasi dan penjagaan.

"Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, juga sempat menyampaikan,
setelah berkoordinasi dengan Kapolres Tulungagung tadi pagi dan memenuhi panggilan dari pihak kepolisian," katanya.

Supirin memastikan bahwa penutupan lokasi pendulangan ini telah mendapat dukungan penuh dari unsur keamanan.

"Kapolres Tulungagung menghimbau bahwa selama desa bisa menangani secara kekeluargaan, beliau tidak akan turun tangan. Tapi jika situasi memburuk, bantuan dari aparat siap diberikan,” ungkapnya.

Supirin menambahkan selama (kita) pihak pemdes polsek, bhabinkamtibmas dan warga bisa menangani secara kekeluargaan, beliau tidak akan ikut campur.

"Tapi jika kondisi memburuk, kami akan meminta bantuan aparat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk sosialisasi, pemerintah desa juga tengah menyiapkan pemasangan sejumlah spanduk pelarangan kegiatan pendulangan emas, yang akan dipasang di beberapa titik strategis mulai esok hari.

“Saya hanya kades, bukan aparat hukum. Tapi jika besok masih ada yang nekat mendulang, kami akan serahkan pada pihak berwenang. Ini murni demi keselamatan dan kenyamanan warga Keboireng,” pungkasnya. (rin/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #tambang emas #desa keboireng