Banjir Terjang Desa Tanggulturus Tulungagung, 19 Rumah Terendam, Kiriman Luapan Sungai di Trenggalek
Rinto Wahyu Hidayat• Kamis, 5 Juni 2025 | 18:55 WIB
Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, diterjang banjir, pada Rabu (4/6/2025) akibat kiriman air dari Trenggalek.
TULUNGAGUNG - Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu di wilayah Watulimo dan sekitarnya memicu banjir mendadak di Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, pada Rabu (4/6/2025).
Sebanyak 19 rumah warga di Dusun Turus dilaporkan terendam air, dengan titik terparah berada di Dukuh Tawing yang letaknya bersebelahan langsung dengan sungai yang menghubungkan Trenggalek-Tulungagung.
Menurut Kepala Seksi Pelayanan Desa Tanggulturus Tulungagung, Andika Atmaja mengatakan, air mulai naik sekitar pukul 23.00 WIB. Uniknya, di wilayah desa setempat hujan turun hanya sebentar dan tidak deras.
Namun, air kiriman dari wilayah perbukitan dan hutan di daerah tambang Keboireng serta aliran Sungai Keboireng menyebabkan luapan air secara tiba-tiba.
"Di sini hujannya hanya sekitar satu jam, bahkan tidak terlalu deras. Tapi air naik cepat, langsung meluap ke permukiman. Tidak ada tanggul yang jebol, hanya debit air yang sangat tinggi,” ujar Andika, Kamis (5/6/2025).
Dari pantauan lapangan, dampak banjir terbesar terjadi di Dusun Turus, sedangkan Dusun Tanggul terdampak ringan, dengan genangan hanya mencapai pelataran rumah.
Pemerintah desa bergerak cepat melakukan pembersihan bersama warga. Aktivitas pembersihan dilakukan sejak pagi dan kondisi air sudah mulai surut.
Andika menjelaskan, salah satu faktor yang mempercepat surutnya banjir adalah belum tingginya debit air dari Sungai Singkel yang berasal dari wilayah Trenggalek bagian utara.
"Kalau air dari Talun dan Trenggalek bagian utara ikut tinggi, mungkin banjir akan bertahan lebih lama. Tapi alhamdulillah, air cepat surut,” tambahnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, beberapa kerugian tercatat, terutama kerusakan pada hasil panen yang belum sempat dipanen oleh warga.
Sejumlah perlengkapan rumah tangga juga dilaporkan sempat terendam.
Kepala Desa Tanggulturus, Wahyunita Ningsih, mengimbau masyarakat agar lebih waspada menghadapi musim penghujan dan potensi bencana hidrometeorologi.
Perlu kewaspadaan ekstra. Kejadian ini menunjukkan bahwa banjir bisa datang meskipun wilayah kita tidak diguyur hujan.
"Saya mengimbau warga agar selalu siaga, karena ancaman air bah seperti ini datangnya mendadak. Saat ini, pihak desa masih melakukan pendataan dampak kerugian sekaligus mengevaluasi sistem penanganan bencana agar lebih responsif ke depan," pungkasnya. (rin)