TULUNGAGUNG- Selfie, sebuah tren yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Tulungagung.
Ternyata punya perjalanan panjang yang menarik untuk dilacak terutama dari sudut pandang masyarakat Tulungagung.
Dari zaman kamera ponsel VGA yang sederhana hingga era filter aesthetic yang penuh kreasi, gaya selfie orang Tulungagung selalu punya cerita dan ciri khas uniknya sendiri.
- Era Kamera VGA: Selfie Ala Nostalgia dengan Kualitas Pas-pasan
Pada era awal ponsel kamera, sekitar tahun 2000-an, kamera VGA adalah standar. Meskipun resolusinya rendah dan warna sering pudar, semangat selfie sudah mulai tumbuh di kalangan anak muda Tulungagung.
Gaya khasnya? Selfie dengan pose agak canggung, biasanya di depan cermin atau dengan latar belakang pemandangan khas Tulungagung seperti alun-alun atau bukit di sekitar. Ekspresi wajahnya polos dan senyum apa adanya.
Seringkali juga ada gaya “duck face” ala-ala yang mulai mewabah sebagai tanda eksistensi.
- Era Kamera Ponsel Berkualitas: Selfie Mulai Eksplorasi Sudut dan Pencahayaan
Memasuki tahun 2010-an, ponsel dengan kamera lebih canggih mulai hadir, seperti kamera 5MP hingga 12MP. Orang Tulungagung mulai lebih memperhatikan sudut pengambilan foto dan pencahayaan.
Gaya selfie di era ini lebih percaya diri dan variatif. Anak muda mulai mencoba selfie dengan background alam Tulungagung, misalnya Pantai Popoh atau kawasan wisata pegunungan, menunjukkan kecintaan mereka pada alam lokal.
Pose selfie mulai bervariasi: ada yang suka selfie candid, ada pula yang sengaja bergaya dengan pose tangan tertentu, seperti peace sign atau jari membentuk huruf “V”.
- Era Media Sosial dan Filter Lucu: Selfie Jadi Medium Ekspresi Diri
Ketika Instagram dan Snapchat merajai media sosial, selfie menjadi lebih dari sekadar foto. Filter lucu, stiker, dan efek seperti telinga binatang, kacamata, hingga bunga-bunga bertebaran di wajah mulai mewarnai gaya selfie anak muda Tulungagung.
Gaya selfie pun semakin ekspresif dan ceria. Tidak jarang mereka membuat foto selfie beramai-ramai dengan teman, menunjukkan kebersamaan dan persahabatan. Selfie di tempat-tempat hits seperti kafe kekinian di Tulungagung juga mulai populer.
Baca Juga: 5 Tips Fotografi Flat Lay agar Hasil Foto Makin Estetik dan Profesional
- Era Filter Aesthetic dan Editing Kreatif: Selfie Jadi Seni Visual
Di era sekarang, selfie bukan hanya soal capture moment, tapi juga seni visual. Dengan hadirnya filter aesthetic ala-ala pastel, vintage, atau monokrom, anak muda Tulungagung makin mengasah kreativitas dalam mengedit selfie mereka.
Gaya selfie pun berubah menjadi lebih “estetik” dan penuh konsep. Mereka kerap menggabungkan selfie dengan elemen lingkungan sekitar seperti tanaman hias, dinding mural warna-warni di kota, atau aksesoris khas.
Tak jarang selfie dibuat dengan komposisi artistik yang membuat hasilnya mirip foto majalah.
- Ciri Khas Selfie Orang Tulungagung: Harmoni Alam dan Keceriaan Lokal
Yang unik dari selfie orang Tulungagung adalah bagaimana mereka selalu memasukkan elemen alam dan kebudayaan lokal dalam foto mereka.
Misalnya, latar belakang alam hijau pegunungan, pantai, atau spot-spot bersejarah di kota Tulungagung.
Selain itu, keceriaan dan keramahan khas warga lokal juga terpancar dalam ekspresi selfie mereka. Tidak melulu serius, selfie orang Tulungagung kerap dipenuhi senyum hangat dan tawa, menampilkan suasana yang menyenangkan.
Perjalanan gaya selfie orang Tulungagung dari masa ke masa bukan hanya menggambarkan perkembangan teknologi, tapi juga mencerminkan perubahan budaya, kreativitas, dan cara mereka mengekspresikan diri.
Dari kamera VGA yang sederhana hingga filter aesthetic yang artistik, selfie menjadi cermin dinamika sosial dan identitas lokal yang terus berkembang.
Bagi siapa pun yang ingin melihat sejarah sosial masyarakat Tulungagung secara visual, melihat koleksi selfie dari masa ke masa bisa menjadi jendela yang menarik untuk dinikmati. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah