TULUNGAGUNG-Tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak saat perayaan Hari Raya Idul Adha di Tulungagung kembali memicu petaka.
Peristiwa itu menambah daftar panjang kejadian serupa di Tulungagung.
Kali ini sebuah balon udara berukuran besar jatuh dan menimpa atap rumah warga di Perumahan Tunggulsari Indah, Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Jumat (6/6/2025) pagi.
Balon tersebut jatuh di atap rumah milik Muryani, 74. Saat kejadian, Muryani mengaku sedang berada di masjid sekitar pukul 09.00 pagi.
Dia baru mengetahui kejadian itu setelah keluarganya panik karena banyak warga berdatangan sambil berteriak terjadi kebakaran.
“Saya waktu itu di masjid. Anak-anak dan warga tiba-tiba ramai, katanya ada balon jatuh dan apinya masih menyala,” ujar Muryani.
Putra Muryani, Yudi Rahmawanto, 39, mengatakan balon setinggi sekitar enam meter itu jatuh dalam kondisi api masih hidup.
Warga sekitar yang melihat langsung panik, khawatir api akan merambat ke kabel listrik atau bahkan membakar rumah.
“Warga sempat teriak-teriak karena api masih menyala dan posisinya dekat kabel listrik. Untung ada salah satu warga dari desa sekitar yang berani naik dan segera mengambil balon itu,” jelas Yudi.
Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Atap rumah yang tertimpa balon pun tidak mengalami kerusakan serius.
“Alhamdulillah tidak sampai merusak atap, hanya kaget saja karena tiba-tiba ramai dan berisik,” jelasnya.
Yudi juga menyebut sudah menghubungi pihak PLN agar segera memeriksa jaringan listrik yang sempat tertimpa balon untuk menghindari risiko korsleting.
Kejadian ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara secara sembarangan, terutama yang masih menggunakan api terbuka.
Selain melanggar aturan, kebiasaan ini berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran dan mengancam keselamatan jiwa serta harta benda warga. (sri/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah