TULUNGAGUNG- Instukrtur zumba asal Tulungagung Zin Mantisha membuktikan bahwa semangat hidup sehat tak mengenal kata terlambat.
Di usia 37 tahun, Zin Mantisa, mengaku dari pengalaman pribadi kesibukan usaha di Tulungagung maupun luar kota, pola hidup yang kurang terkontrol, hingga hasil cek kesehatan yang mengkhawatirkan semuanya menjadi titik balik penting dalam hidupnya.
“Waktu itu kolesterolku tinggi. Olahraga malas, makan pun asal. Akhirnya saya coba Zumba, dan ternyata jatuh cinta,” katanya ditemui usai menggelar acara di salah satu hotel Tulungagung.
Dari situ, semangat Mantisha tumbuh pesat. Tak hanya menjadi peserta, kemudian mengambil lisensi resmi sebagai instruktur zumba (ZIN Zumba Instructor Network).
Terinspirasi oleh sosok-sosok seperti Lisa Natalia dan Denada, Mantisha menemukan bahwa Zumba lebih dari sekadar olahraga.
Namun ekspresi diri yang energik melalui tarian dari berbagai genre, mulai dari Belly Dance hingga Hip Hop. “Zumba itu enggak monoton. Kita bisa happy, sehat, dan enggak bosan,” ujarnya.
Kini, selain mengajar di Tulungagung, Mantisha juga kerap diundang ke berbagai event zumba berskala nasional.
Di sana, dia berkesempatan bertemu dengan banyak figur publik yang juga memiliki semangat serupa.
“Paling menyenangkan, bisa ketemu banyak orang hebat. Asri Welas, Lisa Natalia, Denada, semuanya gabung di zumba. Jadi makin semangat,” jelasnya.
Tak hanya zumba, Mantisha juga mengajar Strong Nation program turunan zumba dengan intensitas lebih tinggi dan gerakan body combat berpadu irama musik menghentak.
Meski lebih menantang, semangat dasarnya tetap sama, hidup sehat dengan cara menyenangkan. Baginya, kunci memulai olahraga ada di mental.
“Banyak yang bilang ingin olahraga, tapi enggak jadi-jadi. Padahal cukup datang saja, pakai legging, kaus, dan sepatu. Enggak usah repot. Terpenting niat dan semangat,” jelasnya.
Menurut Zin Mantisha, zumba bukan sekadar jalan menuju tubuh ideal. Lebih dari itu, zumba menjadi cara menjaga kesehatan fisik dan mental, memperluas pergaulan, serta memupuk rasa percaya diri dan kebahagiaan.
“Olahraga apapun itu, semangatlah demi kesehatan. Karena sehat itu tujuan utama, kurus dan awet muda itu bonusnya,” tutupnya dengan senyum. (meg/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah