TULUNGAGUNG - Potret judi online di Tulungagung dapat melumpuhkan roda perekonomian daerah melalui mekanisme berdampak sistemik dan merugikan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Bahkan judi online dapat meningkatkan kriminalitas dengan jenis pencurian dan penipuan, tak sedikit juga hingga menjual aset keluarga.
Dampak judi online bagi personal pun tak kalah besarnya, dimana utang konsumtif akan membengkak demi tutup lubang dari jeratan pinjaman online (pinjol).
Pada tahun 2024 lalu, terdapat kasus selebgram di tulungagung promosikan judi online yang berhasil dikuak oleh aparat hukum.
Kasus ini dapat menjadi sebuah trigger atau pemicu dari potret judi online di Tulungagung yang merebak di masyarakat.
Dimana potret judi online di Tulungagung sendiri dapat berdampak signifikan, terutama dalam putaran roda ekonomi daerah.
Baca Juga: Pemkab Ajukan 12 Rest Area di JLS Tulungagung, Bagaimana Nasib Pedagang di Sepanjang Bahu Jalan?
Judi online dapat menjadi pengalihan konsumsi produktif ke transaksi konsumtif dan spekulatif.
Dimana umumnya platform judi online berbasis di luar negeri sehingga tidak membayar pajak nasional bahkan lokal.
Artinya sejumlah uang yang dipertaruhkan masyarakat Tulungagung tidak akan kembali dalam bentuk perputaran ekonomi lokal sehingga mengakibatkan lesunya ekonomi daerah.
Bukannya menggunakan uang untuk kebutuhan pokok, modal usaha, atau pendidikan, uang justru habis untuk berjudi.
Dampaknya akan sangat terasa pada UMKM, warung, dan jasa lokal di Tulungagung akibat dana konsumsi dan produksi beralih.
Kecanduan judi online juga dapat mengakibatkan demotivasi kerja hingga menurunnya produktivitas serta daya saing.
Pecandu judi online kerap absen dalam pekerjaannya, malas dalam bekerja lantaran berharap hasil yang instan dari judi online.
Hal ini berimbas pada berkurangnya produktivitas dalam sektor informal dan para pekerja lepas.
Baca Juga: Korban TPPO Asal Tulungagung Masih Terus Diteror Kekasih dari Kamboja, Pihak Keluarga Buka Suara
Tak hanya itu, fenomena ini juga mengakibatkan pasifnya secara ekonomi dengan meninggalkan pekerjaan sektor riil dan tergoda hasil instan dari judi online.
Peningkatan kriminalitas serta tekanan sosial ekonomi juga membayangi potret judi online di Tulungagung.
Kasus pencurian dan penipuan akan semakin meningkat ketika tingginya pecandu judi online di Tulungagung.
Ketika kalah berjudi, banyak pecandu judi online nekat melakukan tindakan kriminal hingga menjual aset keluarga.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz