Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kampung Pemburu Ular di Lereng Wilis Tulungagung, Tradisi Unik dari Desa Pemburu Reptil

Yoga Dany Damara • Minggu, 8 Juni 2025 | 21:00 WIB

 

Di lereng Gunung Wilis yang hijau dan sejuk, tersembunyi sebuah desa unik di Tulungagung yang dikenal sebagai Kampung Pemburu Ular.
Di lereng Gunung Wilis yang hijau dan sejuk, tersembunyi sebuah desa unik di Tulungagung yang dikenal sebagai Kampung Pemburu Ular.

TULUNGAGUNG- Di lereng Gunung Wilis yang hijau dan sejuk, tersembunyi sebuah desa unik di Tulungagung yang dikenal sebagai Kampung Pemburu Ular.

Di sini, tradisi berburu ular bukan hanya sekadar aktivitas biasa, melainkan sebuah budaya yang turun-temurun di dataran tinggi Tulungagung ini yang dijaga oleh komunitas lokal.

Kampung ini menjadi satu-satunya di wilayah Tulungagung, bahkan mungkin di Indonesia, yang secara khusus memiliki komunitas pemburu dan pawang ular.

Komunitas pemburu ular di desa ini bukan sekadar orang yang menangkap ular untuk dijual atau diburu. Mereka adalah para ahli yang memahami perilaku ular di habitat aslinya, mulai dari jenis-jenis ular berbisa hingga ular yang tidak berbahaya.

Keahlian mereka meliputi cara melacak jejak ular, teknik menangkap tanpa melukai, dan juga kemampuan untuk meredakan ketakutan masyarakat sekitar terhadap reptil ini.

 Baca Juga: Tempat Memancing Favorit di Tulungagung dari yang Terkenal Sampai Tersembunyi

Para pemburu ini juga dikenal sebagai pawang ular, yang tidak hanya menangkap ular, tapi juga dipercaya mampu berkomunikasi dengan ular dan menghindari bahaya gigitan ular berbisa.

Kearifan lokal dan pengetahuan turun-temurun ini menjadi harta karun budaya yang sangat berharga.

Berbeda dengan anggapan umum bahwa ular adalah hewan yang harus dibasmi, komunitas di Kampung Pemburu Ular justru menjaga keseimbangan ekosistem dengan cara yang unik.

Mereka menangkap ular yang masuk ke pemukiman warga agar tidak membahayakan, kemudian melepasnya kembali ke habitat alami di hutan lereng Wilis.

 Baca Juga: Pesona Pantai Coro di Tulungagung Dihiasi Bentangan Karang dan Tumbuhan Pesisir

Tradisi ini juga menjadi edukasi penting bagi masyarakat desa dan sekitarnya tentang pentingnya menjaga alam dan satwa liar.

Selain itu, keberadaan komunitas pemburu ular ini turut membantu menjaga populasi ular tetap seimbang dan mencegah konflik manusia-ular yang sering terjadi di wilayah pegunungan.

 Baca Juga: Pesanggrahan Retjo Sewu di Tulungagung, Hadirkan Kisah Sisi Humanis dan Misteri Terkait Nyi Roro Kidul dan Majapahit

Keunikan Kampung Pemburu Ular ini membuka peluang besar sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya.

Wisatawan yang datang bisa belajar langsung tentang cara menangkap ular dengan aman, melihat praktik pawang ular, bahkan berinteraksi dengan para ahli yang telah turun-temurun mengasah keterampilan ini.

Selain itu, kampung ini bisa menjadi pusat konservasi ular sekaligus pusat penelitian bagi para ilmuwan atau pecinta reptil yang ingin mendalami dunia ular dan ekosistemnya di lereng Gunung Wilis.

Walau zaman terus berkembang dan teknologi semakin maju, komunitas pemburu ular di desa ini tetap menjaga tradisi mereka dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab.

Mereka sadar, kearifan lokal ini tidak hanya milik mereka, tapi juga warisan budaya yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang.

Kampung Pemburu Ular di Lereng Wilis, Tulungagung, adalah contoh nyata bagaimana sebuah komunitas lokal mampu mempertahankan tradisi unik dan bermanfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

Itu adalah cerita tentang keberanian, pengetahuan, dan harmoni antara manusia dan alam yang jarang ditemukan di tempat lain. (*)

 

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #reptil #ular