TULUNGAGUNG- Tulungagung salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terkenal dengan batu marmernya.
Kini di Tulungagung mulai menggeliat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM.
Banyak warga Tulungagung memanfaatkan peluang bisnis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat maupun tren nasional.
Berikut ini adalah lima jenis usaha yang paling diminati dan berkembang pesat di Tulungagung pada tahun 2025:
1. Kuliner Khas dan Katering Rumahan
Usaha makanan tidak pernah mati, terutama di kota seperti Tulungagung yang punya kekayaan kuliner lokal seperti lodho ayam, pecel pincuk, dan sate kambing.
Banyak pelaku UMKM kini mengembangkan bisnis katering rumahan dengan sistem pre-order via WhatsApp dan media sosial.
2. Jasa Foto dan Videografi Prewedding
Tulungagung memiliki banyak spot alam yang indah seperti Pantai Gemah, Pantai Popoh, dan Bukit Jodho. Ini menjadi peluang emas bagi pelaku jasa foto dan videografi, khususnya untuk momen prewedding dan dokumentasi pernikahan.
3. Toko Online Produk Lokal (Marketplace UMKM)
Maraknya e-commerce membuat banyak warga Tulungagung membuka toko online yang menjual produk lokal seperti batik, kerajinan marmer, dan camilan khas. Produk-produk ini dipasarkan melalui Shopee, Tokopedia, hingga Instagram.
4. Bimbingan Belajar dan Kursus Keterampilan
Minat terhadap pendidikan non-formal meningkat, terutama untuk pelatihan desain grafis, editing video, dan les bahasa Inggris. Lembaga bimbel lokal juga semakin berkembang, menyasar siswa SD hingga SMA.
5. Barbershop dan Salon Modern
Tren gaya hidup yang makin modern mendorong munculnya barbershop kekinian dan salon kecantikan di Tulungagung. Anak muda dan kalangan profesional menjadi target utama bisnis ini.
Dari kuliner hingga jasa kreatif, masyarakat Tulungagung kini semakin inovatif dalam menangkap peluang bisnis.
Jika Anda tinggal di Tulungagung dan sedang mencari ide usaha, lima bidang di atas bisa menjadi inspirasi yang menjanjikan.
Tertarik memulai usaha lokal di Tulungagung? Kunci suksesnya: kenali pasar, manfaatkan teknologi, dan tetap kreatif. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah