Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Finalisasi Festival Budaya Spiritual Tulungagung Segera Dimatangkan, Kurator: Waktunya Sangat Mepet Banget, Ini Acara Bergensi

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 10 Juni 2025 | 02:30 WIB

 

TOMBAK JAMASAN KYAI UPAS : Prosesi Tradisi Jamasan Kyai Upas dalam rangka peringatan Bulan Suro.
TOMBAK JAMASAN KYAI UPAS : Prosesi Tradisi Jamasan Kyai Upas dalam rangka peringatan Bulan Suro.

TULUNGAGUNG– Persiapan pelaksanaan Festival Budaya Spiritual (FBS) 2025 di Kabupaten Tulungagung terus dikebut. Mengingat waktunya sudah sangat mepet, yaitu rencananya akan digelar pada bulan Sura dalam penanggalan Jawa.

Apalagi kegiatan tersebut merupakan salah satu festival bergengsi milik Kementerian Kebudayaan RI, dan tahun ini Tulungagung berkesempatan untuk menjadi salah satu tuan rumah.

Kurator yang ditunjuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, Benny Widyo, menyampaikan bahwa saat ini tim tengah menyempurnakan keseluruhan konsep festival.

Menurut Benny, penyusunan program dan narasi utama festival tengah difinalisasi, termasuk kebutuhan teknis untuk setiap kegiatan.

"Setelah pertemuan terakhir pada Rabu lalu (4/6/2025), kami sedang merekap semua masukan dari tim kurator maupun pihak terkait. Target kami, semua akan dirampungkan dalam bentuk proposal final dalam waktu dekat," ujarnya ketika dikonfirmasi, Senin (9/6/2025).

Proposal tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan dan rujukan komunikasi dengan Direktorat Kementerian Kebudayaan RI beserta pihak-pihak terkait.

Dari sisi pendanaan, festival ini dirancang menggunakan kombinasi dana dari APBD Kabupaten Tulungagung dan APBN melalui Kementerian Kebudayaan.

Benny menjelaskan, sekitar 29 persen pembiayaan diproyeksikan berasal dari anggaran daerah, sementara sisanya sekitar 71 persen diharapkan dari pemerintah pusat.

“Komposisi ini masih bisa berubah, menyesuaikan dengan rencana program dan skema pelaksanaan teknis,” jelasnya.

Sebagai kurator, Benny berharap FBS 2025 tak hanya menjadi ajang seremoni budaya, namun mampu menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam dan relevan.

"Kami ingin festival ini jadi ruang merawat spiritualitas lokal, menghidupkan tradisi, serta merangkul budaya sebagai laku hidup masyarakat. Bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan,” jelasnya.

Lanjut dia, festival ini, diharapkan bisa menjadi peristiwa kebudayaan yang menyatukan warga, penghayat, seniman, akademisi, dan pemerintah dalam kerja kolaboratif.

“Tujuannya bukan hanya pelestarian, tapi juga keberlanjutan budaya yang relevan untuk masa kini dan mendatang,” pungkasnya. (sri/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#kurator seni #tulungagung #acara bergengsi #Festival Budaya Spiritual