TULUNGAGUNG- Air bersih tiba-tiba tak mengalir di banyak rumah warga Tulungagung. Bukan karena kerusakan teknis biasa, tapi akibat banjir mendadak yang membawa lumpur, kayu, dan sampah alam menyumbat aliran air baku PDAM di Sungai Song, Pagerwojo.
Limbah alam tersebut mengakibatkan proses produksi menjadi lumpuh. Warga terpaksa di Tulungagung yang langganan air bersih menunggu hingga sore hari tanpa kepastian pasokan normal kembali.
"Air mati jadi sangat merepotkan. Pekerjaan pun terganggu," kata warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Yusuf Anis Ayal.
Gangguan ini disebabkan hujan deras mengguyur kawasan Tulungagung dan sekitarnya sejak malam sebelumnya.
Hujan lebat tersebut menyebabkan aliran deras bercampur limbah alam di Sungai Song, Pagerwojo, yang merupakan lokasi pengambilan air baku PDAM. Sehingga pasokan air ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jatiwekas tidak maksimal.
Kasi Pelayanan Pelanggan PDAM Tulungagung, Sasongko Edi menjelaskan, gangguan ini terjadi akibat banjir bah yang membawa limbah dan sampah alam. Tingkat kekeruhan air sangat tinggi, membuat proses produksi air bersih terganggu.
“Banjir tersebut disertai limbah atau sampah alam berupa kotoran, lumpur, kayu, batu, dan lain-lain yang terbawa arus, sehingga menyumbat tempat penampungan pengambilan air baku. Proses pengolahan air otomatis terganggu,” jelasnya.
Dia menambahkan sejak pagi, tim teknis PDAM telah bekerja ekstra untuk membersihkan dan memperbaiki penampungan air yang tersumbat. Hal tersebut membutuhkan proses dan waktu yang tidak bisa dipastikan secara pasti.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar layanan air bersih dapat segera kembali normal. Namun karena ini bencana alam yang tidak bisa disangka-sangka, kami mohon maaf kepada masyarakat Tulungagung atas ketidaknyamanan pelayanan kami ini,” ujarnya. (sri/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah