Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tokoh Lintas Penghayat Tulungagung Merasa Ditilap dalam Festival Budaya Spiritual, Beber Kronologi

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 11 Juni 2025 | 16:30 WIB

 

Berbagai elemen masyarakat Tulungagung ketika mendiskusikan penyelenggaraan FBS 2025, pada Kamis (28/5/2025).
Berbagai elemen masyarakat Tulungagung ketika mendiskusikan penyelenggaraan FBS 2025, pada Kamis (28/5/2025).

TULUNGAGUNG- Persiapan Festival Budaya Spiritual (FBS) yang akan digelar di Tulungagung kembali dikeluhkan masyarakat.

Salah satu tokoh lintas penghayat kepercayaan di Tulungagung, Sukriston, menyampaikan kekecewaannya karena tidak dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan agenda tersebut.

Padahal, menurut Sukriston, dirinya merupakan pihak yang pertama kali menginisiasi agar FBS diselenggarakan di Tulungagung.

Dia mengaku mendapat informasi awal tentang FBS dari Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan.

“Saya ditawari untuk mengajukan FBS ini ke Tulungagung. Waktu itu kami langsung ajukan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, tapi mereka merasa tidak sanggup," terang Sukriston, Selasa (10/6/2025).

Dia mengaku, lalu meminta izin menghadap langsung ke bupati, dan ternyata didukung penuh. Setelah itu kembali berkoordinasi dengan Direktur KMA dan akhirnya diputuskan Disbudpar Tulungagung yang jadi pelaksana.

Namun seiring berjalannya waktu, Sukriston mengaku kecewa karena merasa diabaikan oleh pihak disbudpar.

Dia menilai tidak ada transparansi dalam penyusunan program maupun pelibatan tokoh-tokoh budaya spiritual yang selama ini aktif di Tulungagung. “Saya merasa ditiadakan. Tidak lagi diajak koordinasi, padahal saya dari awal mengawal gagasan ini,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu kurator yang telah ditunjuk oleh Disbudpar Tulungagung dalam FBA, Benny Widyo menjelaskan, saat ini pihaknya masih dalam tahap kurasi dan penyusunan mata acara.

“Soal keluhan tersebut, itu nanti akan kami bahas setelah semua rangkaian acara sudah disepakati dengan disbudpar. Sekarang kami masih dalam proses penyusunan,” kata Benny saat dikonfirmasi.

Sekadar diketahui FBS adalah festival yang merupakan agenda kementerian kebudayaan, yang berisi kegiatan budaya spiritual yang rencananya akan dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Indonesia.

Festival ini akan diselenggarakan pada bulan Sura dalam penanggalan Jawa. Karena pada bulan tersebut banyak kegiatan perayaan spiritual.

Tahun ini Tulungagug terpilih sebagai lokasi diselenggarakannya festival tersebut. Dengan acara utamanya yaitu jamasan pusaka Kabupaten Tulungagung, Tombak Kanjeng Kyai Upas.

Hingga berita ini ditulis pukul 18.00, pihak Disbudpar Tulungagung belum bisa dikonfirmasi terkait kritik tersebut. (sri/din)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #penghayat kepercayaan #Festival Budaya Spiritual