TULUNGAGUNG – Wilayah Kabupaten Tulungagung masih kekurangan jumlah tenaga kesehatan (nakes) di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Hal ini segera direspon oleh pimpinan daerah dengan berencana mengajukan bantuan ke pemerintah pusat.
Rabu (11/6/2025) pagi, pimpinan daerah dan jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung bertemu di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa.
Agenda yang dibahas soal upaya pemenuhan berbagai aspek dalam pelayanan masyarakat di bidang kesehatan, utamanya di lingkup puskesmas.
“Kami ada dialog kerja antara Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dengan Pemkab Tulungagung. Adapun hasil dialog kerja ini bagi kami sangat penting sekali,” ucap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Baca Juga: 7 Pesona Bahari Panggul Trenggalek: Jelajahi Keindahan Pantai Alami yang Memukau
“Karena dialog kerja tadi disampaikan keluhan-keluhan apa permasalahan apa yang ada di lapangan dan apa yang perlu disampaikan kepada kami sehingga kami akan bisa Menindaklanjuti dari permasalahan yang ada di lapangan,” sambungnya.
Salah satu poin penting yang dibahas terkait kekurangan tenaga dokter di puskesmas di sejumlah wilayah.
“Dan alhamdulillah kami tadi diskusi dengan Bapak Plh Sekda kira-kira kekurangan itu berapa dan tentunya itu nanti tetap mempertimbangkan kekuatan anggaran kita biar bisa meng-cover atau kekurangan dari pegawai dokter,” akunya.
Untuk diketahui, sesuai dengan tingkat kecukupan dokter di fasilitas puskesmas, satu dokter setidaknya mengampu 5.000 orang peserta BPJS kesehatan.
Sedangkan, jumlah peserta BPJS kesehatan di Tulungagung saat ini mencapai 84 persen dari total jumlah penduduk.
Baca Juga: 7 Kuliner Khas Surabaya yang Wajib Dicicipi Saat Berkunjung ke Kota Pahlawan, Nomer Terakhir dari Adonan Tepung yang Spesial
Berdasarkan paparan yang disampaikan dinas kesehatan, wilayah Tulungagung saat ini kekurangan sekitar 10 orang dokter umum dan 11 orang dokter gigi untuk ditempatkan di puskesmas.
Itu sebabnya, Gatut berencana melakukan evaluasi lebih intens untuk menilik kekuatan yang dimiliki pemkab dalam upaya pemenuhan kebutuhan tenaga dokter.
Lalu, pemkab juga menimbang opsi untuk mengajukan bantuan ke pemerintah pusat agar hal ini bisa segera direalisasi.
“Dan rencananya nanti akan kita laksanakan, harus kita usulkan dulu ke pusat dan juga mempertimbangkan kekuatan anggaran kita. Sehingga pelayanan kami bisa maksimal sesuai harapan kita bersama,” sebutnya. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra