TULUNGAGUNGAN - Tulungagung salah satu kabupaten di Jawa Timur yang dikenal dengan keindahan pantai dan kerajinan marmernya ternyata hanya dilalui satu jalur kereta api.
Banyak masyarakat dan penumpang kereta bertanya-tanya, kenapa Tulungagung tidak memiliki jalur ganda (double track) seperti daerah lain?
Kini, kita akan membahas alasan teknis, geografis, hingga kebijakan pemerintah terkait Tulungagung tidak memiliki jalur ganda.
1. Kondisi Infrastruktur Sejak Masa Kolonial
Jalur kereta api yang melintasi Tulungagung merupakan bagian dari lintasan Kertosono–Blitar, yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda.
Saat itu, jalur ini hanya dibangun dengan satu rel karena kebutuhan transportasi belum sepadat sekarang.
Hingga kini, jalur rel tunggal tersebut masih dipertahankan, karena biaya pengembangan yang besar dan keterbatasan anggaran.
2. Fokus Pembangunan Jalur Ganda di Koridor Padat
Pemerintah melalui PT KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian lebih memprioritaskan pembangunan jalur ganda di koridor padat, seperti: Jakarta–Surabaya via Semarang, Yogyakarta–Solo–Madiun, Sementara jalur selatan Jawa Timur, termasuk Tulungagung, belum menjadi prioritas utama karena frekuensi kereta relatif lebih rendah dibanding lintas utara dan tengah.
3. Topografi dan Kepadatan Wilayah
Tulungagung dikelilingi oleh perbukitan dan dataran tinggi di beberapa titik.
Pembangunan jalur ganda membutuhkan pembebasan lahan, pembangunan jembatan, dan terowongan baru yang tentu memakan biaya besar.
Selain itu, kepadatan penduduk dan infrastruktur perkotaan di sekitar stasiun Tulungagung juga menyulitkan ekspansi jalur.
4. Efek dari Jalur Tunggal: Keterbatasan Frekuensi dan Potensi Delay
Dengan hanya satu jalur, kereta api dari arah berlawanan harus bergantian saat melintasi Tulungagung.
Hal ini menyebabkan penjadwalan harus sangat ketat dan presisi, potensi keterlambatan meningkat jika ada gangguan, jumlah perjalanan kereta dibatasi, baik untuk penumpang maupun barang.
5. Rencana dan Harapan Pembangunan Jalur Ganda
Beberapa sumber menyebutkan bahwa pemerintah telah mengkaji pengembangan jalur ganda lintas selatan Jawa, termasuk melewati Tulungagung, sebagai bagian dari program jangka panjang konektivitas nasional.
Namun, proyek ini masih dalam tahap studi kelayakan dan belum masuk tahap konstruksi.
6. Dampak Ekonomi Bila Jalur Ganda Terealisasi
Jika jalur ganda dibangun di Tulungagung, manfaatnya akan sangat besar.
Di antaranya, transportasi barang lebih efisien, mendukung UMKM dan industri marmer Tulungagung, pariwisata meningkat karena akses kereta lebih lancar dan sering, dan peningkatan investasi daerah seiring kemudahan mobilitas logistik.
Tulungagung hanya memiliki satu jalur kereta api karena alasan historis, topografis, dan prioritas nasional.
Meski demikian, masyarakat masih berharap adanya jalur ganda di masa depan untuk mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.(rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah