Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jembatan Gantung di Tulungagung Sepanjang 40 Meter Resmi Hubungkan Desa Nglurup dan Kedoyo, Ekonomi Tambah Pesat dan Bentuk Kepedulian Wakil Rakyat

Armi Hardjo • Sabtu, 14 Juni 2025 | 00:00 WIB

 

Warga Desa Nglurup dan Kedoyo, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung kini bisa bernapas lega setelah rampungnya pembangunan jembatan gantung sepanjang 40 meter yang menghubungkan kedua desa itu.
Warga Desa Nglurup dan Kedoyo, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung kini bisa bernapas lega setelah rampungnya pembangunan jembatan gantung sepanjang 40 meter yang menghubungkan kedua desa itu.

TULUNGAGUNG– Warga Desa Nglurup dan Kedoyo, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung kini bisa bernapas lega setelah rampungnya pembangunan jembatan gantung sepanjang 40 meter yang menghubungkan kedua desa tersebut.

Berada di dataran tinggi Tulungagung, lokasi tepatnya jembatan ini terletak di Dusun Tumpak Andong, Desa Nglurup dan menghubungkan langsung dengan Desa Kedoyo, Kecamatan Sendang.

Proyek ini merupakan bagian dari program aspirasi anggota DPR RI dari dapil Tulungagung, Sri Rahayu, selama masa jabatannya di periode 2019–2024.

Keberadaan jembatan tersebut kini menjadi akses vital bagi masyarakat yang sebelumnya harus menempuh jalur memutar dengan waktu tempuh cukup lama.

Kepala Desa Nglurup, Suji, S.AP, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terbangunnya jembatan ini.

"Dengan adanya jembatan gantung ini, kami berharap roda perekonomian antar dua desa bisa semakin cepat berputar. Selain itu, warga juga akan lebih mudah menjangkau wilayah sekitarnya, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun kegiatan sosial lainnya," ujarnya.

 

Photo
Photo

Manfaat nyata juga dirasakan langsung oleh warga. Tukirin, salah satu warga yang sehari-hari mencari rumput untuk ternaknya, mengaku sangat terbantu.

“Dulu kalau mau ke seberang harus muter jauh, bisa sampai satu jam. Sekarang lewat jembatan ini cuma butuh 15 menit sudah sampai. Jelas lebih hemat tenaga dan waktu,” ungkapnya dengan wajah semringah.

Pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa dan wakil rakyat dalam mewujudkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Keberadaan jembatan ini tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi antar wilayah. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #sri rahayu #jembatan gantung #dpr ri