Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Fenomena Motor Bonceng 3 Seni Berkendara atau Akrobat Jalanan ala Tulungagung?

Yoga Dany Damara • Senin, 16 Juni 2025 | 15:00 WIB
Di jalanan Tulungagung, ada satu pemandangan yang mungkin sudah dianggap biasa, tapi kalau dipikir-pikir, ini sebenarnya luar biasa, yakni motor bonceng tiga.
Di jalanan Tulungagung, ada satu pemandangan yang mungkin sudah dianggap biasa, tapi kalau dipikir-pikir, ini sebenarnya luar biasa, yakni motor bonceng tiga.

TULUNGAGUNG - Di jalanan Tulungagung, ada satu pemandangan yang mungkin sudah dianggap biasa, tapi kalau dipikir-pikir, ini sebenarnya luar biasa, yakni motor bonceng tiga.

Satu motor, tiga penumpang. Kadang dua di belakang, kadang satu duduk ‘nyempil’ di depan seperti joki cilik. Fenomena ini sering terlihat di Tulungagung, tapi jarang dibahas secara serius atau malah terlalu serius.

Nah, kali ini, mari kita bahas dengan gaya santai ala warga Tulungagung.

 Baca Juga: Motor dan Mobil Klasik yang Tetap Hits: Nostalgia Lintas Generasi yang Tak Pernah Mati Gaya

Alasan klasik motor bonceng tiga biasanya cuma satu: “Daripada bolak-balik, mending sekalian.” Hemat bensin, hemat waktu, dan tentu saja... hemat sabar.

Kadang satu motor dipakai antar-jemput teman sekolah, kadang juga jadi angkutan dadakan pas mau ke acara mantenan rame-rame. Dalam kondisi tertentu, motor bisa berubah jadi mobil keluarga kecil—versi dua roda.

 Baca Juga: Tips Parkir Motor di Pasar Tulungagung Biar Gampang Dicari Lagi, Biar Nggak Keliling Kayak Cari Jodoh!

Kalau kamu pikir motor cuma punya dua tempat duduk, berarti kamu belum kenal “jurus-jurus duduk” warga Tulungagung.

Ada yang duduk miring, ada yang nyangkut di ujung jok sambil bawa tas berisi nasi kotak, bahkan ada yang berdiri tipis di bagian belakang kayak pemeran stuntman.

Nggak heran kalau ada yang bilang ini bukan sekadar berkendara—ini seni keseimbangan jalanan.

 Baca Juga: Merek Motor Roda Dua yang Paling Diminati di Tulungagung: Pilihan Cerdas Warga yang Dinamis

Salah satu momen paling mendebarkan adalah ketika motor bonceng tiga bertemu razia. Seketika, suasana berubah dramatis.

Satu orang langsung “turun darurat” dan pura-pura nyebrang jalan, yang lain berlagak seperti boncengan biasa. Warga sekitar mungkin sudah terbiasa melihat “aksi kabur” ala senam pagi ini. Unik, lucu, tapi sebenarnya juga bikin geleng-geleng kepala.

Walaupun terlihat lucu dan penuh kreativitas, motor bonceng tiga sebenarnya punya risiko besar. Dari segi keselamatan, jelas tidak ideal. Bayangkan saja, satu motor dirancang buat dua orang, tapi dipaksa bawa tiga.

Kalau ada rem mendadak atau jalanan licin, risikonya bisa fatal. Belum lagi kalau yang naik masih di bawah umur dan belum punya SIM. Waduh, lengkap sudah kombo pelanggarannya.

Fenomena ini bukan semata-mata soal kenekatan, tapi juga bisa jadi cerminan kondisi. Mungkin masih banyak keluarga yang cuma punya satu motor untuk mobilitas seluruh anggota rumah.

Atau memang karena kebiasaan sosial di kampung yang kental dengan semangat “barengan itu lebih asik”. Tapi tetap saja, keselamatan harus jadi prioritas.

Jadi, motor bonceng tiga di Tulungagung: apakah ini seni berkendara, bentuk solidaritas, atau akrobat jalanan? Jawabannya bisa semua—asal jangan lupa pakai helm, dan utamakan keselamatan. Biar perjalanan rame, tapi tetap aman sampai tujuan. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #bonceng #Tiga Penumpang