TULUNGAGUNG - Naik motor ke sawah bukan hal aneh bagi warga Tulungagung.
Justru, itu bagian dari keseharian petani dan warga kampung di Tulungagung yang akrab dengan ladang, lumpur, dan jalan setapak. Tapi jangan salah, urusan penampilan tetap nomor dua setelah kenyamanan.
Maka muncullah trik legendaris petani Tulungagung: pakai sandal jepit, tapi bawa sepatu dalam kantong kresek.
Jalan ke sawah itu bukan aspal mulus. Ada tanah becek, genangan air, bahkan jebakan lumpur yang bisa bikin kaki nyangkut. Sandal jepit jadi pilihan utama karena ringan, mudah dicuci, dan bisa ditinggal tanpa rasa sayang kalau nyelip di lumpur.
"Kalau pakai sepatu dari rumah, bisa wassalam! Belum sampai sawah, udah penuh tanah liat," kata Pak Sarto, petani dari daerah Campurdarat.
Setelah sampai sawah dan urusan tanam-menanam selesai, saatnya sesi foto panen atau kumpul bareng.
Nah, di sinilah sepatu keluar dari kantong kresek seperti senjata rahasia. Kaki dibersihkan ala kadarnya, lalu sepatu dipakai buat gaya. Foto pun jadi kece, siap upload ke status WA atau Instagram.
Trik ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga strategi sosial. Dengan sandal, kerja jadi enteng. Dengan sepatu, penampilan tetap rapi dan percaya diri saat ketemu tamu atau diajak foto bareng kelompok tani.
Pilih kresek tebal biar sepatu tetap kering.
Kalau bisa, sepatu slip-on atau sneakers yang mudah dipakai.
Siapkan juga kaos kaki cadangan biar makin nyaman.
Kesimpulannya? Warga Tulungagung memang jago menciptakan solusi praktis dari kehidupan sehari-hari. Dari sawah sampai sosial media, semua dipikirin. Jadi, kalau kamu lihat ada orang naik motor ke sawah pakai sandal tapi kantong kreseknya menggembung, jangan heran. Bisa jadi, di dalamnya ada sepatu dan segudang gaya. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah