TULUNGAGUNG – Diduga keracunan pemberian makanan tambahan (PMT) Posyandu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung pastikan hingga Jumat (20/6/2025), tidak ada penambahan kasus. Sedangkan dari 4 korban yang dirawat, dua sudah sehat dan bisa pulang.
Plt Kepala Dinkes Tulungagung, Anna Sapti Saripah mengungkapkan, sebanyak 58 dari 65 orang yang mengonsumsi nasi soto yang disajikan saat posyandu, mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, pusing, diare, hingga demam.
“Empat orang di antaranya bahkan harus menjalani perawatan medis, dua dirawat di RSUD dr. Iskak dan dua lainnya di Klinik dr Emi. Pasien yang dirawat terdiri dari balita hingga lansia,” ujar Anna, Jumat (20/6/2025).
Dari data yang dihimpun Dinkes Tulungagung, mayoritas korban berusia antara 0 hingga 44 tahun, dengan rincian sebagai berikut: 21 orang usia 0–5 tahun, 8 orang usia 6–14 tahun, dan 28 orang usia 15–44 tahun.
Sisanya terdiri dari lima orang usia 45–59 tahun dan tiga orang berusia di atas 60 tahun. Korban juga didominasi perempuan, yakni 44 orang dan laki-laki 21 orang, dari total 65 yang mengonsumsi makanan.
Dinkes Tulungagung bersama puskesmas setempat telah melakukan langkah-langkah penanganan, mulai dari pengambilan sampel makanan untuk uji laboratorium, pendataan lanjutan guna keperluan epidemiologi, hingga pemantauan intensif untuk mencegah kasus baru.
“Sampel makanan sudah kami kirim ke laboratorium RSUD dr Iskak dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk memastikan penyebab keracunan,” terang Anna.
Kabid P2P Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani menambahkan, dari empat orang yang mengalami gejala keracunan yang diduga dari makanan PMT Posyandu berupa soto ayam tersebut, dua diantaranya sudah sembuh dan sudah dipulangkan dari fasilitas kesehatan. Sementara yang dua sisanya masih dalam perawatan medis.
Dia juga memastikan hingga terakhir Jumat (20/6/2025) tidak ada tambahan korban kasus keracunan.
"Yang dua sudah sembuh dan bisa pulang. Hingga Jumat ini tidak ada tambahan korban keracunan tersebut," pungkasnya.
Diberikan sebelumnya, empat warga Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan tambahan (PMT) dalam kegiatan posyandu.
Kejadian itu diketahui terjadi pada Senin (16/6/2025) malam, tetapi baru dilaporkan ke pihak berwenang pada Kamis (19/6/2025) siang. (sri/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah