TULUNGAGUNG - Ketika kebanyakan orang masih terlelap dalam mimpi, ada sebagian kecil warga Tulungagung yang justru sudah memulai harinya, atau malah baru pulang dari lelahnya kerja malam.
Di Tulungagung jam 3 pagi bukan hanya soal sunyi, tapi justru jadi momen hidup yang sibuk di balik gelapnya kota.
Siapa saja mereka di Tulungagung yang memulai harinya pada dini hari ?
1. Pedagang pasar yang baru memulai hari di sekitar Pasar Ngemplak atau Pasar Wage, geliat aktivitas sudah terasa sejak dini hari. Pedagang sayur, bunga, hingga lauk-pauk mulai menggelar dagangan.
Mereka yang datang dari desa sekitar biasanya sudah jalan sejak tengah malam, membawa hasil bumi segar. Proses bongkar-muat, tawar-menawar, dan susun-menyusun dagangan jadi ritme pagi yang unik.
2. Pekerja malam yang bersiap pulang tak jarang, saat berjalan di sekitar stasiun, kafe 24 jam, atau tempat karaoke, kita akan bertemu para pekerja malam mulai dari sopir travel malam, karyawan warung kopi, hingga petugas keamanan.
Bagi mereka, jam 3 pagi justru menandai akhir ‘hari kerja’.
3. Pengrajin tempe yang berpacu dengan waktu. Di beberapa kampung pengrajin tempe, seperti di sekitar Kelurahan Bago, proses pembuatan tempe sudah dimulai sejak dini hari.
Perendaman, pengupasan kulit kedelai, dan fermentasi harus dikerjakan dengan ritme yang tepat agar produk siap jual di pagi hari.
4. Tukang roti keliling yang siap berangkat. Mungkin Anda pernah mendengar derap sepeda motor atau sepeda onthel di pagi buta, lengkap dengan suara ‘ting-ting-ting’ bel khas tukang roti keliling.
Ya, mereka bersiap membawa roti ke berbagai sudut kota agar pelanggan bisa menikmati sarapan segar.
5. Warga yang bersiap beribadah Subuh di sela-sela kesibukan duniawi, ada pula warga yang memulai harinya dengan bersih-bersih rumah dan bersiap ke masjid untuk salat subuh.
Mereka memberi nuansa damai yang kontras di tengah denyut aktivitas dini hari.
Begitulah potret kehidupan Tulungagung jam 3 pagi bukan sekadar waktu sepi, melainkan saat di mana sebagian roda ekonomi mulai berputar.
Jika Anda penasaran, cobalah sekali waktu bangun lebih pagi dan mengamati sendiri denyut hidup kota ini. Siapa tahu, Anda menemukan cerita menarik yang jarang terlihat di siang hari. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah