TULUNGAGUNG– Jika Anda kerap melintas di jalan-jalan utama Tulungagung, pasti sudah tak asing dengan istilah “jalan dua jalur”.
Namun di Tulungagung, tahukah Anda bahwa tidak semua jalan dua jalur itu sama? Beberapa memiliki pembatas di tengah, sebagian lainnya tidak.
Lalu, sebenarnya apa perbedaan jalan dua jalur, jalan dua lajur, dan jalan terbagi di Tulungagung?
Memahami istilah ini penting, terutama bagi masyarakat dan pengguna jalan agar lebih sadar akan keselamatan dan aturan berlalu lintas.
Jalan Terbagi: Ada Median sebagai Pembatas
Di beberapa titik Tulungagung seperti ruas Jalan Letjen Suprapto atau jalur ke arah Boyolangu, kita bisa melihat jalan dengan dua arah yang dipisahkan oleh median atau taman kecil di tengah.
Ini disebut jalan terbagi (dual carriageway). Fungsinya untuk memisahkan arus kendaraan dari dua arah yang berlawanan agar tidak saling bertabrakan.
Median jalan ini bisa berupa trotoar, pembatas beton, atau bahkan taman kecil yang mempercantik kota.
Jalan Dua Arah: Lalu Lintas Satu Jalur Tanpa Median
Sementara itu, banyak pula jalan di Tulungagung yang dilalui kendaraan dari dua arah berlawanan namun tanpa pembatas tengah.
Ini disebut jalan dua arah atau jalan dua lajur (two-lane road). Salah satu contohnya adalah beberapa jalan penghubung antar desa yang masih sempit namun aktif dilewati kendaraan dari dua sisi.
Pada tipe ini, marka jalan berupa garis putih atau kuning di tengah menjadi satu-satunya batas antara dua arah lalu lintas.
Jalan Dua Jalur: Istilah Umum yang Perlu Dicermati
Nah, di sinilah kerap terjadi kesalahpahaman. Istilah jalan dua jalur sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan semua jenis jalan dengan dua sisi arus kendaraan. Padahal, istilah ini bisa mengacu pada dua kondisi:
Jika ada median pemisah, maka itu jalan terbagi.
Jika tanpa pembatas dan hanya marka jalan, maka itu jalan dua lajur.
Dalam terminologi internasional pun, Inggris menyebutnya dual carriageway, sementara Amerika menyebutnya divided highway keduanya merujuk pada jalan dua arah dengan pembatas di tengah.
Kenapa ini penting untuk diketahui? Kesadaran tentang perbedaan jenis jalan ini sangat penting, apalagi di Tulungagung yang terus berkembang pesat dengan proyek infrastruktur baru.
Jalanan makin padat, dan tingkat keselamatan berkendara sangat tergantung pada pemahaman pengguna jalan terhadap jenis dan fungsi jalur.
Dengan mengenali jenis jalan, masyarakat bisa lebih mawas diri: apakah boleh menyalip? Apakah jalurnya aman untuk mendahului? Apakah perlu ekstra hati-hati di tikungan karena tidak ada median?
Di Tulungagung, perkembangan jalan terus dikebut. Namun edukasi mengenai jenis-jenis jalan juga penting dikejar.
Mulai dari masyarakat umum hingga pelajar, pemahaman sederhana seperti ini bisa menjadi dasar keselamatan yang besar di masa depan.
Jadi, saat Anda melewati jalan dua jalur di Tulungagung luangkan sedikit perhatian. Apakah ada median? Jika ya, itu jalan terbagi.
Jika tidak, berarti Anda tengah berbagi ruang dengan arus lalu lintas dari arah berlawanan.
Mari berkendara dengan lebih bijak dan aman, demi Tulungagung yang lebih tertib dan nyaman.(rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah