TULUNGAGUNG - Jika menyebut tentang sungai terpenting di Tulungagung, nama Sungai Ngrowo pasti berada di urutan teratas.
Bukan hanya karena panjang alirannya yang melintasi beberapa kecamatan di Tulungagung, tetapi juga karena statusnya sebagai sungai tertua yang telah menjadi saksi peradaban masyarakat sejak zaman Kerajaan Kediri dan Majapahit.
Sungai Ngrowo di Tulungagung merupakan cabang dari Sungai Brantas yang legendaris.
Aliran Sungai Ngrowo dimulai dari wilayah selatan barat Tulungagung, tepatnya dari arah Ngunut hingga mengalir ke kota Tulungagung dan terus ke utara menuju daerah Trenggalek.
Panjangnya mencapai lebih dari 50 kilometer, menjadikannya sungai terpanjang yang seluruh alirannya berada di wilayah Kabupaten Tulungagung.
Jejak sejarahnya menakjubkan sungai Ngrowo bukan hanya sekadar jalur air biasa.
Dalam berbagai catatan sejarah, sungai ini telah digunakan sejak abad ke-10 sebagai jalur perdagangan air dan irigasi pertanian.
Sejumlah peninggalan arkeologi seperti prasasti, candi, dan struktur irigasi kuno di sekitar bantaran sungai ini memperkuat bukti bahwa Ngrowo telah eksis sejak zaman kerajaan Hindu-Buddha.
Bahkan, dalam peta lama Belanda era kolonial, Sungai Ngrowo sudah dicatat sebagai "Groo Rivier", dan dianggap sangat vital dalam perencanaan sistem pertanian dan tata air kolonial di Jawa Timur.
Fungsi Strategis: Dari Irigasi Hingga Ekonomi
Sungai Ngrowo memiliki peran penting dalam:
- Pengairan pertanian, Menghidupi ribuan hektare sawah di wilayah Tulungagung, khususnya daerah Ngunut, Kedungwaru, dan Rejotangan.
- Ekonomi rakyat: Menjadi pusat kegiatan perahu nelayan air tawar, tambak ikan, serta transportasi barang pada masa lalu.
- Mitologi dan budaya: Dihormati sebagai bagian dari alam yang sakral, banyak ritual desa dilakukan di bantaran sungai ini.
- Potensi Wisata Alam dan Edukasi.
Seiring berkembangnya minat masyarakat terhadap wisata edukatif, bantaran Sungai Ngrowo mulai dilirik sebagai destinasi alternatif.
Beberapa desa seperti Sidem, Bangoan, dan Campurdarat mulai mengembangkan spot wisata seperti:
- Wisata perahu tradisional
- Agrowisata tepian sungai
- Kegiatan susur sungai dan pemancingan.
Selain itu, edukasi lingkungan dan sejarah lokal menjadi daya tarik tersendiri, mengingat pentingnya Sungai Ngrowo dalam sejarah Tulungagung.
Sungai Ngrowo bukan hanya sungai terpanjang, tapi juga sungai tertua yang telah menjadi nadi kehidupan masyarakat Tulungagung sejak berabad-abad lalu.
Keberadaan nya bukan sekadar jalur air, tapi juga jalur sejarah, ekonomi, budaya, dan harapan masa depan.
Jika Anda berkunjung ke Tulungagung, jangan lewatkan kesempatan untuk menyusuri jejak peradaban melalui Sungai Ngrowo, "Sungai yang menyimpan sejuta cerita". (rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah