Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kenapa Warga Tulungagung Suka Banget Rewangan di Acara Hajatan?

Yoga Dany Damara • Minggu, 22 Juni 2025 | 18:00 WIB

Salah satu budaya khas Tulungagung adalah rewangan, di mana para tetangga, kerabat, dan saudara ikut sibuk membantu persiapan hajatan, bahkan jauh sebelum hari H berlangsung.
Salah satu budaya khas Tulungagung adalah rewangan, di mana para tetangga, kerabat, dan saudara ikut sibuk membantu persiapan hajatan, bahkan jauh sebelum hari H berlangsung.

TULUNGAGUNG- Bagi warga Tulungagung, hajatan bukan sekadar pesta, melainkan sebuah tradisi hangat yang mempererat rasa persaudaraan.

Salah satu budaya khas Tulungagung adalah rewangan, di mana para tetangga, kerabat, dan saudara ikut sibuk membantu persiapan hajatan, bahkan jauh sebelum hari H berlangsung.

Tapi, kenapa budaya ini begitu melekat dan dicintai warga Tulungagung?

1. Makna Gotong Royong dalam Budaya Rewangan

Di Tulungagung, nilai gotong royong sudah seperti napas sehari-hari. Orang-orang tak perlu diminta dua kali untuk ikut rewangan, sebab mereka percaya bahwa saling membantu adalah bentuk kepedulian dan rasa kekeluargaan.

Biasanya, mereka akan hadir sejak pagi buta untuk mengupas bumbu dapur, memasak beragam masakan khas hajatan, menata kursi dan tenda, hingga membereskan peralatan. Semua ini mereka lakukan secara sukarela dan tanpa pamrih.

Baca Juga: Tanda-Tanda Ada Hajatan di Tulungagung: Bukan Undangan, Tapi Kode Visual yang Cuma Dipahami Warga Lokal

2. Jalinan Silaturahmi dan Rasa Kekeluargaan

Selain meringankan beban tuan rumah, rewangan juga menjadi ajang silaturahmi. Sambil bekerja, mereka bercanda, bertukar kabar, hingga mengenang masa lalu.

Suasana hangat dan akrab membuat hajatan bukan hanya soal makan-makan, tetapi juga mempererat persaudaraan.

Tak jarang, hubungan antartetangga makin akrab, bahkan mereka menjadi seperti saudara sendiri.

Baca Juga: Fenomena Unik di Tulungagung ketika Warga Gelar Hajatan

3. Menghidupkan Semangat Saling Membantu

Budaya rewangan di Tulungagung juga menjadi contoh nyata semangat saling membantu. Warga percaya, kebaikan akan berbalik dalam bentuk lain hari ini mereka membantu, esok giliran mereka dibantu.

Tak heran bila anak-anak sejak dini sudah diajarkan untuk ikut membantu di hajatan agar kelak mereka bisa melanjutkan tradisi ini.

Baca Juga: Lima Lagu Campursari Favorit di Tulungagung yang Selalu Jadi Andalan saat Hajatan, Nomor Terakhir Digandrungi Anak Muda

4. Menciptakan Kenangan dan Kebersamaan

Kebersamaan saat rewangan biasanya meninggalkan kenangan indah. Selain bisa mencicipi masakan tradisional langsung dari dapur, mereka juga bisa belajar banyak hal baru dari para ibu-ibu senior dan bapak-bapak yang lebih berpengalaman.

Dari cara membuat jenang, meracik bumbu, hingga menata dekorasi semua diajarkan secara turun-temurun dan membuat generasi muda makin cinta budayanya sendiri.

Di era modern ini, meski banyak hajatan sudah memakai jasa katering dan event organizer, “rewangan” tetap bertahan di hati warga Tulungagung.

Bagi mereka, hajatan bukan hanya soal formalitas, tetapi momen berbagi dan kebersamaan. Budaya ini adalah warisan leluhur yang harus terus dilestarikan agar semangat guyub rukun dan saling tolong-menolong tetap hidup di tengah masyarakat. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#rewang #tulungagung #hajatan