Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Masih Ada Warga Tulungagung yang Setia Pakai HP Jadul, Ternyata Ada Alasannya

Yoga Dany Damara • Senin, 23 Juni 2025 | 13:00 WIB
Ada sebagian warga Tulungagung yang  tetap setia menggunakan HP jadul. Mereka punya alasan tersendiri.
Ada sebagian warga Tulungagung yang tetap setia menggunakan HP jadul. Mereka punya alasan tersendiri.

TULUNGAGUNG- Di tengah gempuran smartphone canggih dengan kamera beresolusi tinggi, layar super AMOLED, dan aneka fitur modern, masih ada warga Tulungagung yang justru setia memakai HP jadul.

Di pasar Tulungagung, di warung kopi, bahkan di kantor desa, tak jarang terlihat orang yang asyik mengoperasikan Nokia 3310, Siemens C55, atau bahkan Motorola lipat.

Kenapa, ya di Tulungagung masih ada HP jadul? Ternyata ada alasannya!

1. Daya tahan baterai super awet salah satu alasan utama adalah daya tahan baterai.

HP jadul bisa bertahan berhari-hari, bahkan seminggu, tanpa perlu di-charge.

Ini penting bagi warga yang sering beraktivitas di luar rumah atau daerah yang pasokan listriknya tidak stabil.

2. Sinyal lebih kuat banyak pengguna HP jadul di Tulungagung yang tinggal di daerah pegunungan atau pelosok, di mana sinyal sering naik turun.

HP lawas ternyata lebih "ngeh" menangkap sinyal dibandingkan smartphone masa kini.

3. Anti ribet, cuma buat telepon dan SMS beberapa orang, terutama yang sudah berumur, merasa HP jadul lebih mudah digunakan.

"Nggak usah ribet, yang penting bisa nelepon sama SMS," ujar Pak Slamet, seorang petani di Kecamatan Campurdarat.

4. Faktor nostalgia ada juga yang memakai HP lama karena alasan emosional.

"Ini HP pemberian anak saya waktu pertama kerja dulu. Sampai sekarang masih hidup, ya saya pakai," kata Bu Sri, warga Kalidawir, sambil tersenyum.

5. Tidak takut dicuri karena tidak menarik perhatian pencuri

HP jadul sering dipakai saat bepergian ke pasar atau sawah. "Kalau hilang ya nggak terlalu rugi," kata Pak Min, sopir angkot di sekitar Pasar Wage.

Zaman fenomena ini menunjukkan bahwa pilihan teknologi tidak melulu soal gengsi atau mengikuti tren. Ada kebutuhan praktis, kenyamanan, dan juga cerita di balik setiap ponsel jadul yang masih setia menemani penggunanya di Tulungagung.

Siapa sangka, di balik sederhana tampilannya, HP-HP jadul ini punya makna tersendiri bagi pemiliknya. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #jadul #hp