Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lima Alasan Banyak Orang Tulungagung Betah di Perantauan? Nomor Terakhir Ada Filosofi yang Dalam

Yoga Dany Damara • Senin, 23 Juni 2025 | 15:00 WIB
Warga Tulungagung sering kali betah di tanah rantau dan jarang pulang untuk menetap kembali. Kenapa bisa begitu?
Warga Tulungagung sering kali betah di tanah rantau dan jarang pulang untuk menetap kembali. Kenapa bisa begitu?

TULUNGAGUNG- Tulungagung dikenal sebagai kota kecil yang penuh cerita.

Namun menariknya, banyak warga Tulungagung yang justru memilih merantau ke kota-kota besar Jakarta, Surabaya, bahkan sampai ke luar negeri.

Yang unik, warga Tulungagung sering kali betah di tanah rantau dan jarang pulang untuk menetap kembali. Kenapa bisa begitu?

1. Adaptasi yang kuat sejak awal orang Tulungagung terkenal punya jiwa perantau yang ulet.

Dari kecil terbiasa hidup sederhana dan kerja keras, jadi saat menghadapi kerasnya persaingan di kota besar, mereka bisa beradaptasi dengan cepat.

Banyak yang merintis usaha dari nol, atau berani ambil peluang kerja di berbagai bidang.

2. Komunitas perantau yang solid di banyak kota besar, komunitas perantau Tulungagung cukup kuat.

Ada paguyuban, arisan, atau sekadar kumpul-kumpul rutin. Ini jadi "keluarga baru" yang bikin suasana rantau lebih hangat dan akrab. Lewat komunitas ini juga, informasi lowongan kerja atau peluang usaha cepat tersebar.

3. Peluang hidup yang lebih luas banyak perantau merasa di tanah rantau peluang rezeki lebih luas. Pekerjaan, jenjang karier, atau pasar untuk usaha lebih besar dibanding di kampung halaman.

Apalagi bagi generasi muda yang ingin mencoba tantangan baru, perantauan jadi jalan untuk berkembang.

4. Nostalgia yang selalu ada meski betah di perantauan, rasa kangen kampung halaman tetap ada.

Maka tiap Lebaran atau momen khusus, mereka ramai-ramai mudik ke Tulungagung, membawa cerita sukses atau sekadar melepas rindu.

Namun usai libur, banyak yang kembali ke kota perantauan karena sudah merasa nyaman dengan kehidupan barunya.

5. Filosofi hidup “Nek Tekun, Opo Oyo” ada filosofi sederhana yang dipegang banyak perantau asal Tulungagung: “Nek tekun, opo oyo” kalau tekun, pasti ada hasilnya.

Inilah yang bikin mereka gigih bertahan di tanah orang, sampai akhirnya merasa menemukan "rumah kedua" di perantauan.

Jadi, kalau ada yang bertanya kenapa banyak orang Tulungagung betah di perantauan? Jawabannya bukan semata soal materi, tapi soal perjuangan, adaptasi, dan rasa nyaman yang mereka bangun sendiri. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #Rantau #betah