TULUNGAGUNG- Di banyak daerah di Indonesia termasuk Tulungagung, layanan air bersih dari PDAM sudah menjadi andalan utama warga.
Tapi, pemandangan berbeda bisa kita temukan di sudut Tulungagung.
Meski jaringan PDAM sudah menjangkau berbagai sudut kota dan desa, masih banyak rumah warga Tulungagung yang tetap mempertahankan sumur pribadi. Kenapa ya?
1. Tradisi yang sudah mengakar bagi banyak keluarga di Tulungagung.
Keberadaan sumur di rumah bukan sekadar sumber air, melainkan bagian dari tradisi. Sejak dulu, ketika layanan PDAM belum tersedia, sumur lah yang menjadi andalan.
Bahkan setelah PDAM masuk, banyak warga yang merasa lebih “aman” dan nyaman kalau tetap punya sumur sendiri.
2. Air sumur dinilai lebih segar tak sedikit warga yang merasa air dari sumur lebih segar dan “alami”.
Untuk keperluan mandi atau mencuci pakaian, air sumur sering dianggap lebih cocok. Beberapa juga percaya bahwa air sumur lebih “bersih” karena tidak mengandung kaporit seperti air PDAM.
3. Biaya lebih hemat bagi keluarga besar atau rumah tangga dengan kebutuhan air yang cukup banyak, menggunakan sumur bisa menghemat pengeluaran bulanan.
Cukup keluar biaya listrik untuk pompa air, tanpa harus membayar tagihan air tiap bulan.
4. Antisipasi jika PDAM macet meskipun layanan PDAM di Tulungagung cukup baik, tak jarang ada kendala teknis seperti air mati mendadak atau tekanan air yang kecil.
Dengan punya sumur sendiri, warga punya cadangan air kapan saja dibutuhkan.
5. Kualitas air sumur di beberapa wilayah memang bagus beberapa kawasan di Tulungagung dikenal punya kualitas air tanah yang baik jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.
Ini membuat banyak warga enggan sepenuhnya beralih ke PDAM.
Akhirnya, pilihan gaya hidup kini, banyak rumah yang tetap mengandalkan kombinasi: air sumur untuk keperluan rumah tangga sehari-hari, dan PDAM untuk keperluan minum dan masak.
Keputusan mempertahankan sumur di halaman rumah bukan cuma soal kebutuhan, tapi juga bagian dari gaya hidup warga Tulungagung yang menjaga tradisi sekaligus praktis menghadapi berbagai situasi.
Jadi, kalau kamu mampir ke Tulungagung dan melihat sumur di tiap rumah, jangan heran ya ada cerita dan filosofi di baliknya! (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah