TULUNGAGUNG - Kalau kamu pernah main ke Tulungagung, pasti kamu bakal dengerin gaya omongan warganya yang khas dan beda dari daerah lain.
Nggak cuma soal logat, tapi juga pilihan katanya yang kadang lucu, kadang nyeleneh, tapi bikin suasana jadi cair.
Nah, ini nih gaya bahasa asli orang Tulungagung yang perlu kamu tahu, apalagi kalau pengin akrab sama warga lokal.
1. Tambahan Kata "Nang" yang Selalu Nempel.
Orang Tulungagung itu suka banget nambahin kata "nang" di depan tempat tujuan. Misalnya:
- “Koe mau nang pasar po?”
(Kamu mau ke pasar ya?)
- “Aku wes nang omah’e Bu Warno lho.” (Aku sudah di rumahnya Bu Warno lho.)
Kata “nang” ini semacam penunjuk arah, tapi kalau kamu bukan orang lokal, bisa bikin bingung di awal-awal.
Tapi lama-lama ya nagih.
2. Ucapan "Kae" dan "Ngono" yang Ikonik.
Kata "kae" (itu) dan "ngono" (gitu) udah kayak bumbu penyedap dalam setiap obrolan.
- “Kae lho, warunge enak banget. Sambel’e maknyus!”
- “Yo ngono kui, jenenge wong loro ati rek.”
Ngomong sama orang Tulungagung tuh serasa dengerin sinetron versi logat Jawa, ada dramanya tapi tetap renyah.
3. Sapaan Akrab: "Le", "Nduk", "Rek".
Meski baru kenal, orang Tulungagung bisa langsung manggil kamu dengan sapaan akrab kayak:
- Le (buat cowok muda)
- Nduk (buat cewek muda)
- Rek (umum, ke teman sebaya)
“Le, wis mangan durung?”
“Nduk, tulungno ibu yo.”
Dengerin panggilan kayak gitu bikin kita merasa dianggap keluarga sendiri.
Suasanane anget!
4. Nada Bicara Naik-Turun tapi Adem.
Gaya ngomong orang Tulungagung itu punya irama yang naik turun, tapi gak meledak-ledak.
Santai tapi tegas, cocok banget buat ngobrol ngalor-ngidul sambil ngopi atau makan lodeh.
Biasanya kalau lagi cerita lucu atau gosip, ekspresinya juga total. Bisa sambil geleng-geleng kepala, ketawa cekikikan, atau nepuk-nepuk paha sendiri.
5. Ungkapan Lokal yang Jarang Diketahui.
Beberapa ungkapan khas yang sering muncul di pergaulan sehari-hari, antara lain:
- “Ngilo sik, rek!” (Sabar dulu, temen!)
- “Mosok yo ngono kuwe?” (Masa iya begitu?)
“Tak tinggal nggone pasar dhisik.” (Aku tinggal ke pasar dulu.)
Ungkapan ini nggak cuma soal kata, tapi juga jadi ciri keakraban khas Tulungagung.
6. Bahasa Bercampur Jawa dan Indonesia.
Orang Tulungagung sering banget pakai bahasa campur: Jawa dan Indonesia.
Nggak 100% Jawa halus, tapi tetap sopan.
- “Aku wes bilang nang dia, tapi yo ngono kuwi, malah ngguyu.”
Ini bikin percakapan terasa lebih cair dan nyantai, cocok buat kamu yang baru belajar bahasa Jawa.
7. Nada Ramah Saat Bertanya.
Kalau ketemu orang baru, orang Tulungagung punya kebiasaan nanya, “Rumahnya di mana ya?”
Ini bukan modus, tapi bentuk basa-basi penuh keramahan.
Jadi jangan kaget kalau kamu baru kenal udah ditanyain gitu.
Gaya Bahasa Tulungagung Itu Unik dan Penuh Warna, gaya bahasa orang Tulungagung itu campuran antara kelucuan, keakraban, dan logat Jawa yang khas.
Kalau kamu tinggal atau main ke Tulungagung, siap-siap aja diajak ngobrol ngalor-ngidul sambil ketawa-tawa.
Dan percaya deh, gaya bahasa mereka bakal bikin kamu kangen pulang kampung, meski kampungmu bukan di Tulungagung.(rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah