TULUNGAGUNG- Tulungagung sebuah kabupaten yang terus berkembang di wilayah selatan Jawa Timur, kini mulai menghadapi tantangan urbanisasi, termasuk masalah kepadatan lalu lintas.
Seiring pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat, beberapa titik jalan padat di Tulungagung kini menjadi perhatian masyarakat maupun pemerintah daerah.
Tak jarang, warga Tulungagung harus menghadapi kemacetan yang cukup mengganggu aktivitas harian, terutama di jam-jam sibuk.
Ada titik-titik rawan macet di Tulungagung, penyebab kepadatan lalu lintas, serta tips dan solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampaknya.
Titik-Titik Jalan Padat dan Rawan Macet di Tulungagung
Beberapa ruas jalan di Tulungagung dikenal sering mengalami kemacetan, terutama pada waktu-waktu tertentu seperti pagi hari (06.30 – 08.30 WIB), siang hari (11.00 – 13.00 WIB), dan sore hingga menjelang malam (15.30 – 18.30 WIB).
Berikut beberapa titik utama yang perlu diwaspadai:
1. Simpang Empat Lembu Peteng
Salah satu titik paling padat di Tulungagung. Lokasi ini merupakan pertemuan arus kendaraan dari Blitar, Ngunut, dan pusat kota.
Kondisi semakin rumit saat kendaraan besar seperti truk dan bus melintasi persimpangan pada saat yang bersamaan.
2. Jalan Mayor Sujadi
Ruas ini menjadi salah satu akses utama menuju pusat pemerintahan dan pusat bisnis di Kota Tulungagung. Kemacetan sering terjadi di sekitar perkantoran dan sekolah-sekolah.
3. Pasar Wage dan Pasar Ngemplak
Aktivitas ekonomi yang sangat tinggi membuat dua pasar ini menjadi penyebab kemacetan tersendiri.
Parkir liar, PKL, serta kendaraan yang berhenti sembarangan membuat arus lalu lintas tersendat.
4. Jalan Ki Mangunsarkoro dan Sekitarnya
Berada di jantung kota, kawasan ini dipadati berbagai fasilitas umum, seperti masjid agung, kantor pemerintahan, bank, dan restoran. Kondisinya semakin padat saat jam salat Jumat atau akhir pekan.
5. Jalan Nasional Tulungagung – Trenggalek-Blitar
Jalur ini menjadi lintasan penting antar-kabupaten dan banyak dilalui kendaraan berat. Pada sore hari, arus kendaraan meningkat tajam karena menjadi jalur mudik dan pulang kerja.
Cari jalur alternatif di sekitar desa atau jalan lingkungan.
Pilih waktu belanja atau aktivitas di luar rumah di luar jam puncak, seperti pagi sebelum pukul 06.30 atau siang setelah pukul 13.00.
Kemacetan dan jalan padat di Tulungagung adalah realitas yang harus dihadapi di tengah pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat yang meningkat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pengguna jalan, kondisi lalu lintas di Tulungagung dapat dikelola lebih baik.
Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran tinggi untuk mematuhi aturan lalu lintas dan menghindari kebiasaan parkir sembarangan.
Di sisi lain, peran aktif pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur dan menyediakan transportasi publik menjadi kunci utama mengurai kemacetan jangka panjang. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah