Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kurangi Operasional Mobil Perpustakaan Keliling di Tulungagung, Efisiensi Anggaran Terus Dilakukan

Aditya Yuda Setya Putra • Kamis, 26 Juni 2025 | 18:00 WIB

 

Keterbatasan anggaran membuat Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan (Dispusip) Kabupaten Tulungagung melakukan efisiensi.
Keterbatasan anggaran membuat Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan (Dispusip) Kabupaten Tulungagung melakukan efisiensi.

TULUNGAGUNG – Keterbatasan anggaran membuat Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan (Dispusip) Kabupaten Tulungagung melakukan efisiensi.

Salah satunya mengurangi operasional mobil perpusatkaan keliling di Tulungagung.

Sedianya, mobil perpustakaan keliling di Tulungagung dioperasikan secara berkala dan terjadwal setiap pekan.

Tapi, kondisi ini mulai berubah begitu terjadi pandemi Covid-19 di awal 2025 lalu.

Begitu pandemi mereda, mobil perpustakaan keliling kembali dioperasikan.

Dinas melakukan pembatasan dengan cara menanggalkan metode terjadwal.

"Karena kalau kita jadwalkan di mana-mana, takutnya itu jadi mubazir. Tapi kalau misalnya SD A pengin didatangi, pasti mereka siap dengan murid-muridnya," kata Sekretaris Dispusip Kabupaten Tulungagung, Dina Feriwiasa.

Efisiensi anggaran terus dilakukan sampai saat ini meski pandemi berakhir.

Mulanya, kegiatan operasional mobil perpustakaan keliling digelar 2-3 kali dalam sepekan.

Sejumlah lembaga OPD, lembaga pendidikan, dan masyarakat umum jadi sasaran.

"Dulu sebelum Covid-19 memang ada jadwal rutinnya. Kita ke sekolah-sekolah. Setelah Covid-19 ada efisiensi. (Operasional terjadwal) ndak berlanjut, sampai sekarang masih belum lanjut," ujar Pustakawan Dispusip Kabupaten Tulungagung, Anang Dwi Purwanto.

Meski tak lagi mengoperasikan mobil perpustakaan keliling secara terjadwal, Anang mengaku jumlah permintaan dari masyarakat terbilang besar.

Terhitung, sejak Januari lalu, jumlah permintaan mobil perpustakaan keliling mencapai sekitar 50  dari berbagai lembaga atau instansi.

Mengingat tahun ini dinas dijatah anggaran bersumber dari DAK nonfisik, maka rencana untuk menambah mobil perpustakaan keliling tentu dicoret dari daftar belanja dinas.

Itu sebabnya, dinas fokus pada item belanja lain dalam pengalokasian anggaran yang bersumber dari DAK nonfisik.

"Kalau di kita itu ada tiga kegiatan besar. Ada pertama pengembangan perpustakaan, sosialisasi budaya baca, sama naskah kuno," sebut Anang.

Dalam hal ini, dinas menggelar survei untuk memetakan keberadaan naskah kuno di wilayah Tulungagung.

Begitu mendapat data, tim diterjunkan untuk melakukan rangkaian prosedur lanjutan.

"Siapa yang punya didata, terus didaftarkan ke perpusnas. Untuk tidak lanjutnya setelah didata itu, kita pendekatan (untuk kita rawat naskahnya) agar tulisannya itu tetap terlihat, jangan sampai rusak," tegasnya.

"Setelah perawatan itu ada yang namanya digitalisasi titik, jadi kita foto, scan. Nanti baru kita alih bahasa, baru kita tampilkan. Jadi untuk kepemilikannya tetap di masyarakat," jelasnya. (dit/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #buku #perpustakaan keliling