TULUNGAGUNG- Dua atlet muda Tulungagung kini berjuang untuk masuk di Timnas Voli U-16. Yakni, Maulana Yusuf dan Yavin Wafa Asmara.
Mereka kini sedang bertarung untuk masuk menjadi skuad terbaik Timnas Merah Putih ini untuk membawa nama Tulungagung.
Perjuangan dua atlet muda voli asal Tulungagung setidaknya membuahkan hasil mengharumkan nama kampung kelahirannya.
Mereka kini sudah masuk 16 besar dan nanti direncanakan dipilih menjadi 12 besar.
“Banyak yang ikut seleksi Timnas Voli U-16 ini,” terang Yusuf, sapaan Maulana Yusuf, Rabu (25/6/2025).
Dia tak mengira jika dunia voli telah membawanya sejauh ini. Sebab, dia awal mula justru tertarik dengan sepak bola.
Tak sengaja, saat duduk di bangku kelas V SD 4 Kampungdalem, seorang guru memintanya untuk berlatih voli.
Lambat laun kecintaan kepada sepak bola mulai pudar. Sebab, dia lebih sering ikut turnamen voli meski baru tingkat kecamatan.
Dia latihan rutin bersama teman maupun klub voli Barata di Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru.
Dengan Latihan rutin dan sering mendapat juara, kecintaan kepada dunia voli bertambah. Apalagi bisa masuk sekolah lewat jalur prestasi.
“Saya masuk ke SMPN 3 Tulungagung lewat jalur prestasi,” terang warga Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung ini.
Putra dari pasangan Whanto dan Lilik Giyangin ini ketika masuk di tingkat SMP tetap giat berlatih di klub yang sama.
Jadwal latihan mulai pukul 15.00 hingga magrib atau pukul 18.00 hingga pukul 21.00.
“Latihan setelah pulang sekolah,“ terang siswa kelas 9 ini.
Dari upaya tekun latihan dan sering ikut turnamen, kini membuahkan hasil. Yakni lolos seleksi 16 besar Timnas Voli U-16.
Awal mula ikut seleksi ketika bergabung di klub asal Kalimantan di kejuaraan nasional.
Dari situ, ada pemantauan tim pelatih timnas voli.
“Bergabung dengan klub di Kalimantan ini karena ada teman ketika di Tulungagung, Yavin, satu klub di Barata dulu. Ya, kini sekolah di Kalimantan agar pendidikan tetap bisa terkejar,” terang siswa 15 tahun ini.
Dukungan teman, guru, dan orang tua terkait capaian ini terus mengalir. Tujuannya agar bisa lolos di tim Merah Putih dan membawa nama Tulungagung.
Yavin, sapaan Yavin Wafa Asmara, mengaku suka dengan voli lantaran orang tua dan sang kakak menekuni olahraga serupa.
“Orang tua suka voli dan kakak pemain tarkam. Jadi secara tidak langsung tertarik,” terang Yavin yang kini berada di Bandung, Jawa Barat, bersama Yusuf ini.
Saat di SD 1 Segawe, Kecamatan Pagerwojo, dia sudah ikut klub Barata Tawangsari. Ketika latihan, dia diantar orang tua maupun sang kakak.
Latihan di klub voli ketika sore hari hingga magrib. Malam lanjut untuk belajar materi pelajaran di sekolah.
Lanjut di jenjang MTsN 7 Tulungagung, dia tetap getol latihan untuk mewujudkan mimpi sebagai pemain voli profesional.
“Saya sudah lulus MTsN 7 Tulungagung, dan sekarang di SMK di Kalimantan,” terangnya.
Dia akan bertekad menembus skuad voli tim Merah Putih agar bisa tambah pengalaman dan skill lebih matang. (*/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah