Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Berburu Sarapan Legendaris di Gang Sempit Surga Kuliner Pagi yang Tersembunyi di Tulungagung

Yoga Dany Damara • Jumat, 27 Juni 2025 | 12:00 WIB

 

Warung Tulungagung di gang sempit menjadi andalan warga karena masakannya bikin nagih.
Warung Tulungagung di gang sempit menjadi andalan warga karena masakannya bikin nagih.

TULUNGAGUNG - Bagi sebagian orang, pagi hari adalah momen berburu energi lewat secangkir kopi.

Tapi di Tulungagung, ada tradisi berbeda berburu sarapan legendaris di gang-gang sempit yang nyaris tak terlihat dari jalan besar.

Di sinilah keajaiban kuliner lokal tersembunyi warung-warung kecil, sederhana, tapi selalu ramai sejak matahari baru menyingsing di Tulungagung.

Salah satu yang paling dicari adalah pecel pincuk daun jati. Warungnya mungkin hanya berupa meja kayu di depan rumah warga, tapi antreannya bisa bikin tak sabar.

Sambal kacangnya yang kental, berpadu dengan sayuran segar dan peyek renyah, disajikan di atas daun jati yang memberi aroma khas.

Tak heran kalau pembeli rela masuk gang kecil di sudut Pasar Ngemplak demi seporsi kelezatan ini.

Pagi hari di Tulungagung juga identik dengan bubur sruntul perpaduan antara tepung ketan kecil-kecil warna-warni dengan kuah santan dan gula merah.

Teksturnya lembut, rasanya manis pas, dan aromanya bikin susah lupa.

Biasanya dijajakan oleh ibu-ibu sepuh dengan pikulan, berkeliling di gang sempit kampung, atau mangkal di dekat masjid. Harganya pun sangat ramah di kantong.

Cenil bukan hanya makanan ringan, tapi juga bagian dari ingatan masa kecil banyak warga Tulungagung.

Dibuat dari tepung singkong yang dikukus dan ditaburi kelapa parut serta gula merah cair, cenil biasanya dijual di warung sederhana di pinggir gang, lengkap dengan aneka jajanan pasar lain.

Rasanya kenyal dan manis, cocok disantap sambil ngobrol santai sebelum aktivitas dimulai.

Yang membuat pengalaman sarapan di gang-gang ini begitu spesial bukan cuma makanannya, tapi juga suasananya.

Bau masakan dari dapur rumah warga, obrolan hangat antara pembeli dan penjual, hingga suara sepeda motor berlalu di lorong sempit semuanya menciptakan atmosfer khas yang sulit ditemui di tempat lain.

Jadi, kalau kamu sedang di Tulungagung dan ingin mencicipi pagi yang berbeda, jangan ragu menyusuri gang-gang kecil. Siapa tahu kamu menemukan warung sarapan legendaris yang tak hanya mengenyangkan perut, tapi juga hati. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#warung #tulungagung #kuliner