TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung banyak berfokus pada sektor infrastruktur dalam proses pembangunan daerah. Melihat hal ini, DPRD Tulungagung mewanti-wanti agar proses pembangunan dilakukan secara tepat guna.
Ketua DPRD Tulungagung, Marsono mengatakan, semua sektor harus diseimbangkan. Tapi, jika pemkab memilih untuk fokus pada sektor infrastruktur, maka harus dipastikan pembangunan di sektor ini efisien dan tepat sasaran.
“Itu menjadi skala prioritas utama karena secara umum masyarakat kita sudah terlanjur terstigma pikirannya. Kepala daerah baik tingkat kabupaten, kecamatan, atau desa kalau nggak membangun infrastruktur itu katanya nggak bisa jadi pemimpin,” sebutnya.
Baca Juga: Mengenal Perbatasan Tulungagung: Akses, Wilayah Strategis, dan Potensi Pengembangan
“Ada yang namanya kita berhasil itu harus linear. Infrastruktur nanti ada korelasi tentang optimal ekonominya, termasuk kalau kita bicara dengan wisata itu hubungannya infrastruktur dan budaya,” sambungnya.
Dia juga mendorong pemkab agar membuat konsep pembangunan daerah yang terintegrasi. Hal ini bisa dilakukan dengan melibatkan seluruh OPD teknis terkait dan pihak-pihak lain yang kompeten.
Beberapa di antaranya dengan membuka program masyarakat yang melibatkan banyak sektor sekaligus. Menurut dia, hal ini bisa dilakukan di banyak aktivitas usaha atau bidang.
“Kita bicara tentang peternakan, pertanian, ketahanan pangan, jagung. Limbahnya dikasih makan ternak. Ternak ada kotoran hewan. Bikin program nanti untuk kesuburan tanah. Kalau sudah itu, bikin lagi konsep terintegrasi. (Misalnya) konsep pertanian organik,” bebernya.
Jika itu dilakukan, ada berbagai OPD yang dilibatkan. Lalu, hal ini juga akan melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat.
“Itu kan bisa konsep terintegrasi. Tidak cuman bagaimana caranya, kapan mulainya, terus bagaimana mengakselerasinya. Itu kembali lagi pada pimpinan daerah,” ujar Marsono.
Disinggung soal konsentrasi pembangunan yang diarahkan ke sektor infrastruktur, politikus PDIP ini menegaskan bahwa yang terpenting adalah menilik tingkat kemanfaatan infrastruktur.
Baca Juga: Destinasi Rekomendasi Sepanjang JLS Tulungagung
“Infrastruktur dibangun (untuk) memberikan kemudahan kepada masyarakat, untuk mobilitas. Sehingga mengangkat ekonomi itu jadi baik. Kalau infrastruktur hanya menjadi ikon, itu menjadi soal,” jelasnya.
Menurut dia, yang diminta masyarakat adalah peningkatan ekonomi. Jadi, pembuat kebijakan diharapkan bisa mendorong perpecatan ekonomi di berbagai sektor, termasuk melalui infrastruktur.
“Tinggal bagaimana meng-create itu menjadi satu kesatuan usaha. Dari sekian OPD untuk mengintegrasikan program itu,” ucapnya. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra