Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

KKPN-RI Hidup Tulungagung Gelar Khitanan Massal, Ketua Dekopinda Tulungagung: Koperasi jadi Penggerak Kesejahteraan dan Solidaritas Sosial

Sandy Sri Yuwana • Sabtu, 28 Juni 2025 | 01:45 WIB

 

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tulungagung, Nyadin.
Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tulungagung, Nyadin.

 

TULUNGAGUNG– Dalam rangka menyambut Hari Koperasi ke-78, Koperasi Konsumen Pegawai Negeri Republik Indonesia (KKPN-RI) Hidup Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan bakti sosial berupa khitanan massal, Selasa (25/6/2025).

Kegiatan yang berlangsung di sekitar kantor Koperasi Hidup di lingkungan Pemkab Tulungagung ini diikuti oleh 45 anak dari keluarga kurang mampu.

Khitanan massal di Tulungagung ini tidak hanya memberikan layanan sunat gratis, tetapi juga dilengkapi dengan pemberian uang saku, sarung, dan baju kepada para peserta.

Para anak berasal dari berbagai kecamatan di Tulungagung, dan merupakan putra dari anggota koperasi maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tulungagung, Nyadin, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif sosial yang digagas oleh Koperasi Hidup.

“Kami sangat mendukung gerakan koperasi yang mengedepankan kegiatan sosial seperti ini. Itu bukan hanya bentuk kepedulian, tapi juga implementasi nilai kegotongroyongan dan kekeluargaan yang menjadi ruh koperasi,” ujar Nyadin.

Dia menambahkan, apabila minimal 100 koperasi yang ada di Tulungagung melakukan kegiatan serupa, maka ribuan masyarakat dari golongan tidak mampu akan sangat terbantu.

"Bayangkan apabila dari sekian banyak koperasi di Tulungagung itu 100 koperasi saja, setiap koperasi membantu sembako minimal kepada 30 orang, maka setidaknya ada 3.000 masyarakat kecil yang akan terbantu," ungkapnya.

"Koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga simpan pinjam atau entitas bisnis semata, tapi juga sebagai penggerak sosial masyarakat,” imbuhnya.

Nyadin juga menyampaikan dukungannya untuk siap mensukseskan program Koperasi Merah Putih yang telah terbentuk di 271 desa dan kelurahan di Tulungagung.

Meski saat ini belum sepenuhnya operasional, dia optimistis koperasi tersebut dapat menjadi pusat perdagangan dan pemberdayaan ekonomi warga desa.

“Koperasi Merah Putih ini sesuai dengan arahan Presiden, agar koperasi menjadi sarana untuk memakmurkan desa dari, oleh, dan untuk masyarakat desa,” pungkasnya.

Dengan kegiatan sosial seperti khitanan massal ini, Koperasi Hidup menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. (sri/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Hari Koperasi ke 78 #Koperasi Konsumen Pegawai Negeri Republik Indonesia #tulungagung #Dekopinda #Nyadin