TULUNGAGUNG- Di era kulkas canggih dan freezer hemat energi, siapa sangka masih ada warga Tulungagung yang memakai cara lawas.
Yakni untuk menyimpan makanan tanpa listrik, tanpa teknologi, dan tanpa tagihan PLN Tulungagung.
Inilah yang disebut orang desa di Tulungagung sebagai “kulkas alam”.
- Disimpan di Gua Kecil, Ditimbun di Sumur Batu
Di beberapa desa di pinggiran Tulungagung, seperti di lereng perbukitan atau dekat area ladang, warga dulu (dan sebagian masih) menggunakan gua kecil alami atau cerukan batu untuk menyimpan bahan makanan.
Suhu di dalam gua yang cenderung stabil dan sejuk menjadi tempat ideal untuk menyimpan sayur, tempe, atau bahkan ikan asin agar tidak cepat rusak.
- Ember yang Ditimbun Tanah
Cara lain yang cukup populer menanam ember berisi bahan makanan ke dalam tanah. Biasanya ditanam di tempat teduh, dekat dapur atau sumur, agar tetap dingin dan terhindar dari panas matahari.
Meski terlihat sederhana, cara ini cukup efektif menjaga kesegaran bahan masakan selama beberapa hari.
- Sumur Batu Lemari Es Alami Warga Desa
Beberapa rumah tradisional masih punya “sumur batu” kecil di dalam atau belakang rumah bukan untuk ambil air, tapi untuk menyimpan makanan.
Dinding batu dan kedalaman tanah membuat suhu di dalam sumur tetap dingin, cocok untuk menyimpan santan, sambal matang, atau hasil kebun.
Baca Juga: Jembatan Gantung Tumpak Andong Tulungagung, Wisata Baru di Desa Nglurup Sendang
Karena di tengah gaya hidup modern, konsep seperti ini terasa nostalgik, unik, dan sangat ramah lingkungan.
Tanpa listrik, tanpa biaya perawatan, tapi tetap bisa menjaga makanan tetap segar. Bisa jadi inspirasi gaya hidup hemat energi dan lebih dekat dengan alam.
Jadi, kalau kamu jalan-jalan ke desa-desa di Tulungagung, coba deh tanya soal ‘kulkas alam’. Siapa tahu kamu diajak lihat tempat rahasia yang gak semua orang tahu! (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah