TULUNGAGUNG - Di era serba plastik dan kemasan instan menjamah Tulungagung, masih ada pemandangan yang bikin hati adem.
Yakni jajanan pasar di Tulungagung yang dibungkus daun pisang atau daun jati. Tradisi sederhana ini ternyata bukan cuma soal nostalgia, tapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Tradisi ini terus dipertahankan di beberapa daerah, termasuk di pasar tradisional dan warung kecil di desa-desa Tulungagung.
- Bungkus Daun, Rasa Makin Nendang
Coba saja beli klepon, cenil, atau getuk di pasar pagi. Alih-alih plastik, banyak penjual yang membungkusnya dengan daun pisang yang harum. Aroma alami daun ini justru bikin jajanan terasa lebih sedap.
Ada juga yang pakai daun jati biasanya untuk bungkus nasi, karena daun jati kuat dan bisa menjaga nasi tetap hangat lebih lama.
Beberapa pasar tradisional seperti di Tulungagung, Blitar, atau Jogja masih banyak penjual yang setia dengan bungkus alami.
Bahkan, ada penjual yang menolak pakai plastik sama sekali, demi menjaga warisan tradisi dan mengurangi sampah.
- Tips Melipat Daun Biar Nggak Bocor
Ternyata ada teknik khusus saat membungkus makanan dengan daun:
Daun harus dijemur sebentar agar lebih lentur dan tidak mudah sobek.
Lipat ujungnya membentuk segitiga atau amplop, lalu sematkan lidi kecil agar rapi dan kuat.
Lapisan dobel kalau isi makanan basah atau berminyak, biasanya daun dilapis dua agar tidak bocor.
Baca Juga: Grontol, Jajanan Tradisional Tulungagung jadi Favorit Warga dan Legendaris hingga Bikin Nostalgia
- Manfaat Bungkus Alami
Selain mengurangi plastik sekali pakai, bungkus daun juga:
Lebih aman untuk makanan karena bebas bahan kimia.
Bisa langsung terurai di tanah dalam hitungan hari ramah lingkungan banget.
Memberi sentuhan lokal dan tradisional yang bikin makanan terasa lebih otentik.
Meski terlihat sederhana, kebiasaan membungkus jajanan dengan daun adalah bentuk kearifan lokal yang patut dijaga.
Bukan cuma indah secara budaya, tapi juga solusi nyata untuk gaya hidup minim sampah. Jadi, kalau ke pasar dan ditawari bungkus daun, jangan ragu bilang "Pakai daun aja, Mbok!" (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah