TULUNGAGUNG – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati Pondok Pesantren PETA Tulungagung dalam acara haul akbar yang digelar pada Minggu (29/6/2025).
Acara ini diselenggarakan untuk mengenang wafatnya pendiri pondok PETA Tulungagung, sekaligus sebagai ajang silaturahmi antaralumni dan masyarakat umum.
Acara haul di Pondok PETA Tulungagung dimulai sejak pagi hari dengan pembacaan tahlil dan dzikir bersama.
Suasana penuh khidmat menyelimuti lokasi Pondok PETA Tulungagung yang terletak di kawasan strategis kota.
Tak hanya santri aktif, para alumni dari luar kota pun turut hadir, bahkan beberapa datang dari luar provinsi.
Pimpinan pondok, KH. Ahmad Fauzi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa haul ini bukan hanya mengenang sosok pendiri, tetapi juga sebagai refleksi untuk memperkuat nilai-nilai perjuangan dan pendidikan pesantren.
"Pondok PETA Tulungagung didirikan dengan semangat perjuangan dan keikhlasan. Kita semua punya kewajiban melanjutkan nilai-nilai itu," ujarnya.
Selain pengajian umum, kegiatan juga diisi dengan ceramah keagamaan, bazar UMKM santri, serta layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.
Acara berlangsung tertib dengan pengamanan dari Banser dan aparat kepolisian setempat.
Warga sekitar mengaku senang dengan digelarnya haul ini karena memberi dampak positif bagi ekonomi lokal.
“Setiap haul Pondok PETA, dagangan kami selalu ramai,” ujar pedagang kaki lima di sekitar pondok.
Dengan digelarnya haul ini, Pondok Pesantren PETA Tulungagung semakin menunjukkan eksistensinya sebagai pusat pendidikan dan spiritual yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah