Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Sembako Naik di Tulungagung Jelang Juli 2025, Beras hingga Minyak Goreng Mengalami Kenaikan

Aini Nihayatul Khusna • Senin, 30 Juni 2025 | 21:45 WIB
Harga sembako naik di Tulungagung jelang Juli 2025, beras hingga minyak goreng mengalami kenaikan.
Harga sembako naik di Tulungagung jelang Juli 2025, beras hingga minyak goreng mengalami kenaikan.

TULUNGAGUNG– Memasuki akhir Juni dan menjelang Juli 2025, harga berbagai kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Kabupaten Tulungagung mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kenaikan ini mencakup sejumlah komoditas utama seperti beras, bawang merah, minyak goreng, telur ayam, dan daging ayam ras.

Berdasarkan pantauan harga dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung dan Siskaperbapo Jawa Timur, harga beras medium saat ini berada di kisaran Rp13.117 hingga Rp13.733 per kilogram, sementara beras premium menembus angka Rp15.400 per kilogram.

Kenaikan harga ini terjadi secara bertahap dalam dua pekan terakhir dan mengikuti tren serupa di wilayah sekitar.

Komoditas bumbu dapur pun turut menunjukkan kenaikan.

Harga bawang merah tercatat sebesar Rp42.833 per kilogram, dan bawang putih berada pada angka Rp29.167 per kilogram.

Kondisi ini menunjukkan tekanan pasokan yang mulai terasa di pasar tradisional.

Sementara itu, harga daging ayam ras juga menunjukkan tren naik dengan rata-rata Rp29.833 per kilogram.

Telur ayam ras saat ini dijual di kisaran Rp26.556 per kilogram.

Minyak goreng curah kini mencapai Rp17.861 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan dijual dengan harga rata-rata Rp19.083 per liter.

Selain itu, gula pasir curah juga mengalami kenaikan, tercatat pada angka Rp16.389 per kilogram.

Menurut laporan resmi dari pemerintah daerah, terdapat beberapa faktor penyebab kenaikan harga sembako di Tulungagung.

Gangguan distribusi dari wilayah sentra produksi seperti Blitar, Kediri, dan Nganjuk turut memengaruhi pasokan barang.

Selain itu, meningkatnya permintaan menjelang libur sekolah dan Hari Raya Iduladha juga turut memberikan tekanan terhadap harga pasar.

Di sisi lain, tingginya biaya distribusi akibat kenaikan tarif logistik dan harga bahan bakar berkontribusi pada pembentukan harga jual di pasar konsumen.

Untuk mengendalikan harga dan membantu menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Bulog telah menggelar sejumlah kegiatan operasi pasar murah di berbagai wilayah.

Dalam program ini, beras medium dari Bulog dijual dengan harga subsidi Rp10.400 per kilogram, bersama sejumlah komoditas penting lainnya seperti minyak goreng, gula, dan telur.

Gerakan Pangan Murah (GPM) juga terus diperluas untuk menjangkau wilayah dengan tingkat permintaan tinggi.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menekan dampak inflasi daerah serta memastikan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Pemantauan harga sembako di Tulungagung akan terus dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Dinas Ketahanan Pangan, serta Satuan Tugas Pangan.

Selain itu, warga dapat mengakses data harga terbaru melalui portal resmi seperti simasketapang.tulungagung.go.id dan siskaperbapo.jatimprov.go.id.

Tren kenaikan harga kebutuhan pokok ini menjadi perhatian serius menjelang semester kedua tahun 2025.

Pemerintah berharap stabilisasi harga dapat segera dicapai melalui kolaborasi antarinstansi, distribusi yang lancar, serta dukungan partisipatif dari masyarakat dalam menjaga kestabilan konsumsi. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#minyak goreng #Juli #2025 #harga sembako #tulungagung #beras