Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ayam Cemani Tulungagung: Bukan untuk Disembelih, Tapi Dibanggakan hingga Simbol Keberuntungan

Yoga Dany Damara • Rabu, 2 Juli 2025 | 23:00 WIB

 

 

Ayam cemani di sebagian wilayah Tulungagung memang lekat dengan cerita-cerita mistik.
Ayam cemani di sebagian wilayah Tulungagung memang lekat dengan cerita-cerita mistik.

TULUNGAGUNG - Di beberapa sudut desa di Tulungagung, ada pemandangan tak biasa ayam berwarna hitam legam dari ujung paruh hingga kakinya dipelihara dengan penuh kebanggaan.

Bukan untuk dijual atau disembelih, ayam cemani ini justru dianggap sebagai simbol keberuntungan, bahkan mistis bagi sebagian warga Tulungagung.

Ayam cemani di sebagian wilayah Tulungagung memang lekat dengan cerita-cerita mistik. Konon, karena warnanya yang serba hitam pekat, ayam ini diyakini memiliki energi spiritual kuat.

Beberapa warga percaya kehadiran ayam cemani di rumah bisa menangkal bala atau membawa rezeki.

Dalam budaya Jawa, ayam ini sering dikaitkan dengan ritual tertentu, meski sekarang sebagian besar warga memeliharanya hanya sebagai koleksi langka dan simbol status.

 Baca Juga: Kelezatan Ayam Lodho Khas Tulungagung, Tenyata Masih Banyak Kuliner Berbahan Ayam yang Tak Kalah Gugah Selera Lidah di Kota Ini

Merawat ayam cemani tidak bisa asal-asalan. Selain kandangnya harus bersih dan cukup luas, pola makannya juga dijaga.

Banyak yang memberi makan jagung, beras merah, hingga ramuan herbal agar bulu hitamnya tetap mengilap.

Bahkan ada yang rutin memandikan ayamnya dan memberi minyak kelapa pada bulunya supaya terlihat makin eksotis.

 Baca Juga: Ayam Goreng Widuran Solo: Legenda Kuliner Tersandung Isu Nonhalal

Karena langka dan dipercaya membawa hoki, harga ayam cemani bisa sangat tinggi.

Anakannya saja bisa dijual mulai Rp500 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kepekatan warna dan silsilahnya.

Untuk ayam dewasa dengan warna hitam sempurna dan suara kokok khas, harganya bisa tembus belasan juta.

Tidak heran jika ayam ini hanya dipelihara untuk dipamerkan, bukan untuk dikonsumsi.

Di Tulungagung, ayam cemani bisa didapat dari peternak khusus atau lewat komunitas pecinta ayam hias.

Biasanya informasi beredar dari mulut ke mulut atau lewat media sosial.

Beberapa kolektor bahkan rela datang langsung ke desa-desa hanya untuk membeli satu ekor ayam cemani berkualitas.

Ayam cemani memang bukan sembarang unggas.

Di Tulungagung, keberadaannya menjadi bagian dari cerita, tradisi, sekaligus kebanggaan.

Bagi pemiliknya, ayam ini bukan sekadar hewan ternak ia adalah simbol keteguhan, keberuntungan, dan keindahan yang tidak ternilai. (*)

 

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#cemani #tulungagung #ayam #hitam