Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Serunya Anak-anak Tulungagung Main Bola Plastik Diikat Karet, Bola Bocor Bukan Masalah

Yoga Dany Damara • Kamis, 3 Juli 2025 | 22:00 WIB

 

Permainan legendaris di Tulungagung sepak bola plastik. Meski bolanya murah dan sering bocor, semangat anak-anak tak mudah patah karena selalu ada akal untuk memperbaiki  kreativitas bola plastik.
Permainan legendaris di Tulungagung sepak bola plastik. Meski bolanya murah dan sering bocor, semangat anak-anak tak mudah patah karena selalu ada akal untuk memperbaiki kreativitas bola plastik.

TULUNGAGUNG - Kini serbuan gadget dan game online terus merambah Tulungagung.

Namun tetap ada anak-anak di kampung-kampung Tulungagung masih setia dengan permainan legendaris sepak bola plastik.

Meski bolanya murah dan sering bocor, semangat anak-anak Tulungagung tak mudah patah karena selalu ada akal untuk memperbaiki.

Kreativitas tanpa batas bola plastik seharga lima ribuan ini jadi sahabat setia setiap sore.

Kalau bocor? Jangan harap langsung dibuang. Anak-anak punya jurus andalan diikat dengan karet gelang, dililit tali rafia, atau ditambal pakai lilin mainan.

Kadang, mereka bahkan menyumpal lubang bola dengan kantong kresek. Kreativitas kampung yang bikin tertawa sekaligus kagum.

Lapangan darurat, semangat juara permainan ini biasanya berlangsung di jalan gang, halaman masjid, atau tanah lapang dekat sawah.

Tiang gawang dibuat dari sandal jepit atau batu bata. Meski lapangannya tak beraturan, aturan mainnya tetap seru. Ada yang jadi wasit dadakan, ada juga yang cuma nonton sambil sorak-sorai.

Baca Juga: Tips Liburan Keluarga di Tulungagung dengan Anak-anak

Pertandingan paling seru salah satu pertandingan yang selalu diingat adalah saat "tim RT 2" melawan "tim RT 3" menjelang buka puasa.

Bola bocor di tengah laga, tapi permainan tak berhenti. Dalam waktu lima menit, bola diikat dan pertandingan lanjut.

Gol penentu dicetak pakai bola tambalan itu dan semua langsung bersorak seolah sedang di stadion sungguhan.

Nilai lebih dari sekadar permainan bermain bola plastik bukan cuma soal hiburan. Ini soal kebersamaan, kreativitas, dan semangat pantang menyerah.

Anak-anak Tulungagung membuktikan bahwa bermain tidak harus mahal, asal ramai dan bahagia. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#bola #tulungagung #kampung