Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Senin Pahing, Hari Pasar di Tulungagung yang Paling Ditunggu Warga

Yoga Dany Damara • Kamis, 3 Juli 2025 | 13:45 WIB
Di beberapa kecamatan di Tulungagung, Senin Pahing bukanlah sekadar hari biasa. Bagi warga desa, terutama yang menggantungkan hidup di pasar tradisional, hari itu punya makna khusus pasar jadi ramai.
Di beberapa kecamatan di Tulungagung, Senin Pahing bukanlah sekadar hari biasa. Bagi warga desa, terutama yang menggantungkan hidup di pasar tradisional, hari itu punya makna khusus pasar jadi ramai.

TULUNGAGUNG - Di beberapa kecamatan di Tulungagung, Senin Pahing bukanlah sekadar hari biasa.

Bagi warga desa, terutama yang menggantungkan hidup di pasar tradisional Tulungagung, hari itu punya makna khusus pasar jadi ramai luar biasa.

Suasana berubah total lapak penuh, pembeli berdatangan sejak pagi buta, dan aroma khas jajanan tradisional Tulungagung merebak ke mana-mana.

 Baca Juga: Inspirasi Penggemar Otomotif Tulungagung, Lima Dekade Kejayaan Mitsubishi: Deretan Mobil Legendaris yang Rajai Dunia Balap dan Pasar

Pasar-pasar di Tulungagung masih menggunakan sistem hari pasaran Jawa yang terdiri dari lima siklus: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Ketika bertemu dengan hari Senin dan pasaran Pahing, banyak pasar di desa seperti di Campurdarat, Sumbergempol, dan Bandung akan mencapai puncak keramaiannya.

 Baca Juga: Bikin Oleh-Olehmu Sendiri dari Tulungagung, Kreasi Unik dari Pasar Loak hingga Kerajinan Des

Hari pasaran seperti Senin Pahing dianggap hari besar pasar, dan para pedagang dari luar desa pun sengaja datang hanya pada hari itu.

Meski hari-hari lain pasar tetap buka, suasananya tidak semeriah Senin Pahing.

 Baca Juga: Pasar Kendaraan Bekas di Tulungagung: Segini Harganya jadi Primadona Konsumen

Mulai dari jam 3 pagi, area pasar sudah terlihat sibuk. Para penjual sayur, sembako, jajanan pasar, hingga penjual hewan ternak membuka lapaknya.

Di sudut tertentu, ada juga penjual barang-barang langka seperti jamu gendong, alat pertanian tradisional, atau bibit tanaman yang hanya muncul tiap pasaran.

Selain jual beli, Senin Pahing juga jadi ajang silaturahmi. Banyak warga yang datang bukan sekadar belanja, tapi juga bertemu kerabat atau ngobrol dengan pedagang langganan.

Senin Pahing bukan cuma hari pasaran, tapi sudah jadi bagian dari budaya hidup warga Tulungagung.

Di tengah modernisasi dan pasar swalayan, tradisi ini tetap bertahan mewarnai denyut ekonomi dan kehidupan sosial desa dengan cara yang sederhana tapi membekas. (*)

 

 

 

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #tradisional #pasar