Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mitos Pesugihan di Gunung Bolo Tulungagung, Benarkah Harus Zina dengan Bukan Pasangan

Matlaul Ngainul Aziz • Kamis, 3 Juli 2025 | 17:31 WIB
GUNUNG BOLO: Lokasi yang diduga menjadi tempat Adipati Kalang menghabisi nyawa Putri Kembang Sore
GUNUNG BOLO: Lokasi yang diduga menjadi tempat Adipati Kalang menghabisi nyawa Putri Kembang Sore

TULUNGAGUNG - Pegunungan yang berada di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung ini menyimpan sederet cerita misterius.

Konon pegunungan yang dikenal sebagai Gunung Bolo ini menjadi salah satu tempat jujukan orang dengan tujuan mencari kekayaan atau pesugihan di Tulungagung.

Bahkan dalam melakukan ritual pesugihan di Gunung Bolo Tulungagung ini, para pelaku amalan pesugihan harus melakukan zina melakukan hubungan badan dengan bukan pasangannya agar dapat cepat terkabul.

Tak hanya itu, pasangan suami istri tidak dianjurkan untuk datang bersamaan ke tempat pesugihan di Gunung Bolo Tulungagung tersebut.

Sebab, hal ini dapat memicu perselisihan, perselingkuhan, dan keretakan rumah tangga sehingga pasangan suami istri tidak dianjurkan datang bersamaan.

Namun, terdapat beberapa kuncen atau juru kunci yang menolak atau membantah keharusan zina dengan menganggap hal itu hanyalah mitos di Tulungagung.

Kendati demikian, terdapat dua tradisi utama di Gunung Bolo Tulungagung. Adapun yakni Nyadran Religius dan Pesugihan Ghaib.

Tradisi Nyadran Religius di Gunung Bolo ini merupakan tradisi ziarah menyebar bunga, bakar kemenyan, sajikan nasi gurih, ingkung, mie, dan srondeng.

Diketahui tradisi Nyadran ini dilakukan oleh masyarakat sekitar di Desa Bolorejo, Kauman, Tulungagung pada setiap Jumat Legi/Pon.

Kemudian untuk pesugihan ghaib merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Tulungagung untuk mendapatkan kekayaan secara instan.

Adapun melakukan ritual pesugihan di tempat ini harus dengan tata cara, sesaji, dan mitos khas yang mencolok.

Lantas dalam melakukan lakon pesugihan di Gunung Bolo Tulungagung ini terdapat beberapa prosedur yang harus dijalankan.

Pertama pelaku pesugihan harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan juru kunci untuk mengetahui persyaratan ritual.

Terdapat dua uborampe ritual pesugihan di Gunung Bolo Tulungagung, yakni Sekul Anget dan Sekul Wangi.

Pelaksanaan ritual pesugihan di Gunung Bolo Tulungagung biasanya dilakukan pada malam hari, Kamis malam atau Jumat Pon.

Setelah melakukan lakon-lakon pesugihan tersebut, para pelaku pesugihan di Gunung Bolo dilarang mampir atau berhenti di mana pun di area Gunung Bolo sebelum sampai rumah.

Apabila lakon pesugihan berhasil, para pelaku pesugihan diharuskan untuk menyembelih kambing pada Jumat Pon dan dagingnya dikendurikan atau dimakan.

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#tulungagung #pesugihan #bolorejo #gunung bolo